Suara.com - EgyptAir telah mengkonfirmasi tentang benda yang mengapung di perairan Yunani yang disebut sebagai puing pesawat MH804 yang jatuh. Namun kini justru Yunani yang membantah soal benda yang ditemukan mengapung tersebut adalah bagian dari pesawat tersebut.
Kepala Otoritas Keselamatan Udara Yunani, Athanassios Binos mengatakan, memang ada puing mengambang ditemukan, tapi bukan bagian dari sebuah pesawat.
"Hingga sekarang analisis puing-puing menunjukkan bahwa itu tidak datang dari pesawat," kata Athanassios seperti dilansir The Guardian.
Bahkan, Presiden Mesir, lanjut dia, juga telah menegaskan bahwa hingga kini belum terbukti puing itu berasal dari penerbangan EgyptAir.
Sebelumnya diberitakan, kapal frigate militer Yunani yang dikerahkan untuk melakukan pencarian EgyptAir melaporkan telah menemukan dua benda plastik berukuran besar di lokasi perairan yang berjarak 230 mil sebelah selatan Pulau Kreta. Keduanya seperti dilansir Reuters, terlihat di dekat kawasan di mana transponder pesawat memancarkan sinyalnya.
Selain dua benda yang disebutkan berwarna merah dan putih tersebut, mereka juga menemukan dua jaket pelampung.
Televisi nasional Yunani, TV ERT melaporkan informasi serupa. Mereka menyebutkan bahwa ada dua objek berwarna oranye ditemukan di tempat tersebut.
Seperti diberitakan, Pesawat EgyptAir MS804 itu tinggal landas dari bandara internasional Charles De Gaulle, Prancis pukul 11.09 malam waktu setempat pada Rabu (18/5/2016) malam. Pesawat ini dikabarkan hilang setelah 3 jam, 40 menit mengudara.
Pesawat diperkirakan hilang sekitar 10 mil dari wilayah udara Mesir di atas laut mediterania, atau sekitar 20 menit sebelum dijadwalkan mendarat di Kairo.
Pesawat ini dijadwalkan mendarat pukul 3.15 AM waktu lokal. Pesawat ini mengangkut 56 penumpang, termasuk 10 orang kru, dua bayi dan seorang anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan