Suara.com - Di tengah acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2016), Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan dalam pertemuan ini, sejumlah isu nasional akan dibahas, termasuk persiapan mengikuti pilkada serentak tahun 2017.
"Kami membahas sejumlah peraturan internal dan persiapan. Pilkada 2017. Selain itu kami juga membahas isu sentral lainnya, isu ekonomi, sosial dan politik dengan narasumber dari luar," kata Eddy Soeparno kepada wartawan.
Eddy menambahkan masalah narkoba, pornografi, kejahatan seksual, dan minuman keras juga masuk dalam agenda pembahasan.
"Ini adalah topik aktual dan ajang penyamaan persepsi di tingkatan eksekutif kami (PAN). Baik gubernur, bupati, dan wali kota beserta legislatif kami," ujar dia.
Lebih jauh, Eddy mengatakan sejak September 2015, PAN menyatakan diri mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Dengan itu kami sudah mengajukan beberapa pandangan ke pemerintah, misalnya soal tax amnesty. Dan eksekutif kami di daerah sudah diintruksikan untuk akselerasi penyerapan anggaran, mereka adalah ujung tombak, karena itu kami minta mempercepat," tutur dia.
Menurut pengamatan Suara.com di arena rakernas, selain elite PAN, sejumlah petinggi partai politik lain juga hadir. Di antaranya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum Perindo Hari Tanoesoedibdjo, dan Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia
-
Panas! Ade Armando Batal Maaf ke Jusuf Kalla Jika Laporan Polisi Tak Dicabut
-
Studi Ungkap Dilema Nikel: Dibutuhkan untuk Energi Bersih, tapi Ancam Lingkungan
-
Bidik Tersangka Tragedi Bekasi: Polisi Periksa 39 Saksi dari Pejabat KAI hingga Bos Taksi Green SM
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar