Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjelaskan pelaksanaan program aplikasi Qlue menggunakan APBD DKI Jakarta sehingga harus ada pertanggungjawabannya.
"Karena setiap uang operasional untuk RT dan RW yang kami terima harus kamu pertanggungjawabkan. Nah itu kalau satu hari ada aparat yang memeriksa, kan kasihan kalau RT dan RW harus masuk penjara. Jadi setiap uang APBD yang keluar harus terukur kinerjanya," kata Ahok di Jakarta semalam.
Seperti diketahui, saat ini, pemberian uang operasional buat ketua RT dan RW didasarkan pada laporan kinerja mereka lewat aplikasi Qlue. Dengan demikian kinerja mereka menjadi terukur dan transparan. Pendapatan mereka sekarang akan sangat tergantung dari laporan kinerja per hari. Para ketua RT diminta mengirimkan minimal tiga laporan per hari, untuk masing-masing laporan dibayar Rp10 ribu. Sedangkan untuk ketua RW masing-masing laporan akan dibayar Rp12.500. Dengan demikian, untuk ketua RT yang rajin bisa mendapat gaji sebulannya Rp975 ribu, sementara ketua RW Rp1,2 juta. Aplikasi ini sebenarnya juga menghemat penggunaan kertas.
Tetapi, puluhan pengurus RT dan RW menolak memakai sistem baru tersebut dengan berbagai macam alasan. Bahkan, pekan lalu, mereka mengadu ke Komisi A DPRD DKI Jakarta, selain itu mengancam akan mundur serta memboikot pelaksanaan pilkada Jakarta 2017.
Ahok mengatakan sebenarnya aplikasi ini sangat mudah kalau saja ada kemauan.
"Sebetulnya nggak ada susah kok, RT dan RW kan ada sekretariat, ada staf, bisa bantuin. Ini diperiksa kalau kamu nggak bisa tanggungjawab, gimana," kata dia.
Ahok mencurigai motif puluhan pengurus RT dan RW mengadukan kebijakan penggunaan aplikasi Qlue ke DPRD.
"Itu kan udah politik, kalau kamu nggak sepakat dengan ini, kenapa kamu nggak SMS ke saya? Kenapa sih mesti ke DPRD, seolah-olah DPRD neken saya? Ini udah politik, terus ngancam mau boikot pilkada," kata Ahok.
Ahok mengingatkan mereka yang menolak memakai Qlue dan melaporkan kinerja lewat aplikasi tersebut, tidak akan mendapatkan uang operasional.
"Ini uang mau kerja nggak mau. Terus yang kedua, kamu mesti jadi RT, RW mau ngapain coba? Kan mau menjaga lingkunganmu, kalau lingkunganmu kotor," kata Ahok.
Qlue merupakan aplikasi untuk menampung semua permasalahan warga, mulai dari kemacetan, jalan rusak, banjir, penumpukan sampah, sampai pelayanan publik yang tak maksimal di pemerintahan, puskesmas, sampai rumah sakit. Warga tinggal membuat tulisan dan foto lalu mengunggah ke aplikasi Qlue. Aplikasi ini bisa di-download lewat Play Store.
Semua laporan warga tersebut kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan laman smartcity.jakarta.go.id dan Cepat Respons Opini Publik. Aparat pemerintah diharuskan menginstall-nya juga, terutama CROP, agar cepat tanggap.
Tag
Terpopuler
- 31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 18 Desember: Ada Gems dan Paket Penutup 112-115
- Kebutuhan Mendesak? Atasi Saja dengan BRI Multiguna, Proses Cepat dan Mudah
- 5 Skincare untuk Usia 60 Tahun ke Atas, Lembut dan Efektif Rawat Kulit Matang
- 5 Mobil Keluarga Bekas Senyaman Innova, Pas untuk Perjalanan Liburan Panjang
- Kuasa Hukum Eks Bupati Sleman: Dana Hibah Pariwisata Terserap, Bukan Uang Negara Hilang
Pilihan
-
UMP Sumsel 2026 Hampir Rp 4 Juta, Pasar Tenaga Kerja Masuk Fase Penyesuaian
-
Cerita Pahit John Herdman Pelatih Timnas Indonesia, Dikeroyok Selama 1 Jam hingga Nyaris Mati
-
4 HP Murah Rp 1 Jutaan Memori Besar untuk Penggunaan Jangka Panjang
-
Produsen Tanggapi Isu Kenaikan Harga Smartphone di 2026
-
Samsung PD Pasar Tablet 2026 Tetap Tumbuh, Harga Dipastikan Aman
Terkini
-
Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Gunung Guruh Bogor Kian Masif, Isu Dugaan Beking Aparat Mencuat
-
Sidang Ditunda! Nadiem Makarim Sakit Usai Operasi, Kuasa Hukum Bantah Tegas Dakwaan Cuan Rp809 M
-
Hujan Deras, Luapan Kali Krukut Rendam Jalan di Cilandak Barat
-
Pensiunan Guru di Sumbar Tewas Bersimbah Darah Usai Salat Subuh
-
Mendagri: 106 Ribu Pakaian Baru Akan Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Sumatra
-
Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Ragunan hingga Tutupi Jalan
-
Pohon Tumbang Timpa 4 Rumah Warga di Manggarai
-
Menteri Mukhtarudin Lepas 12 Pekerja Migran Terampil, Transfer Teknologi untuk Indonesia Emas 2045
-
Lagi Fokus Bantu Warga Terdampak Bencana, Ijeck Mendadak Dicopot dari Golkar Sumut, Ada Apa?
-
KPK Segel Rumah Kajari Bekasi Meski Tak Ditetapkan sebagai Tersangka