Suara.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyelenggarakan diskusi bertemakan Save Child On The Internet menyusul maraknya kasus kejahatan.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Fadil Imran mengungkapkan ada 537 kasus tindak kejahatan yang terjadi di dunia maya, enam di antaranya melibatkan anak di bawah umur.
"Saat ini Indonesia adalah lima besar negara pengguna internet, kita banyak pengguna sosial media. implikasinya lebih banyak hal negatif antara lain kejahatan. Saat ini kita sudah lampu kuning bahkan merah tentang kasus yang melibatkan anak di dunia maya," kata Fadil di acara diskusi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/6/2016).
Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia untuk menangani kasus.
Fadil menambahkan semenjak bulan Mei 2016, tercatat 10 kasus sampai 15 kasus kejahatan di dunia maya per hari.
Fadil mengingatkan kemajuan teknologi ditandai dengan munculnya dan media sosoal, saat ini telah disalahgunakan pelaku kejahatan.
"Kita terus patroli cyber kita tekan terus angka kejahatan yang melibatkan anak di dunia maya," ujar Fadil.
Acara diskusi dihadiri pemerhati anak Seto Mulyadi, presenter Ruben Onsu, Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman, dan perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informatika Tuah Manurung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin