Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mempertanyakan Pulau G Reklamasi Pantai Utara yang digugat oleh nelayan. Pasalnya di Pulau G tidak ada daerah tangkapan ikan yang digugat nelayan.
"Kalau kamu lihat posisi kerambah, kerambah kan masih bisa digeser, justru kalau mau ngomong itu, saya juga mempertanyakan pulau G, tidak ada kerambah tidak ada tangkapan ikan kenapa anda gugat? Pulau N, Kalibaru kena kerambah pulau A B C, ini kena kok nggak gugat? kenapa gugat izin yang saya nyambung? Itu pertanyaan saya jadi anda urusan tangkap ikan bukan?,"ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (11/6/2016).
Karena itu, Ahok meminta semua pihak untuk lebih mengerti permasalahan dan aturan. Bukan malah menyalahkan dirinya yang seolah membuat aturan sendiri.
"Maksud saya jadi orang harus adil juga jangan asal asal,"ucapnya.
Mantan Bupati Belitung Timur pun menyebut jika dirinya memimpin daerah lain ,pasti akan ditentang atau digugat oleh sejumlah pihak terkait kebijakan yang diterapkannya.
"Makanya gua bilang kalau Ahok gubernur di Makassar Sulawesi Selatan, mungkin juga digugat juga pulau reklamasi di sana. Ini masalah Ahok saja. Kalau kemarin Ahok Gubernur Banten, A, B, C, D digugat juga itu, karena Ahok Gubernur DKI saja. Kalau Ahok sudah tidak jadi gubernur lagi, enggak ada yang gugat lagi. Coba deh lihat,"ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas