Suara.com - Polisi menemukan jasad anak berusia 2 tahun setelah ditekam buaya di Walt Disney World di Orlando, Florida, Rabu (15/6/2016) waktu setempat.
Pencarian tubuh anak itu dilakukan dengan perahu, penyeram dan helikopter. Anak itu diterkam di depan keluarganya. Anak tersebut disambar buaya saat bermain di tepi air, Selasa (14/6/2016) malam. Buaya itu langsung menyeret itu meski orangtua anak itu berusaha menyelamatkan.
Buaya yang menerkam di anak itu berukuran panjang 2 meter. Ada lima buaya dari laguna dibunuh untuk proses memeriksa.
Kepala Komisi Konservasi Satwa Liar tidak menemukan bukti buaya itu memakan anak itu. Sejak kejadian, pihak pengelola menutup Walt Disney, termasuk Seven Seas Lagoon tempat kejadian penerkaman buaya,
Pihak pengelola sebenarnya sudah melarang siapapun berenang di danau buatan itu. Namun keluarga anak tersebut sengaja untuk mendekat.
Buaya telah membunuh lima orang di Florida dalam 10 tahun terakhir. Sementara Disney yang sudah beroperasi selama 45 tahun di sana tidak pernah berhadapan dengan kejadian tersebut. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka