Suara.com - Wakil ketua DPR yang juga politisi Partai Gerindra Fadli Zon berharap komunitas Teman Ahok lebih transparan dalam mengelola keuangannya. Ini menyusul ada isu jika Teman Ahok menerima duit Rp30 miliar dari proyek reklamasi Teluk Jakarta.
Zon beralasan aktivitas Teman Ahok termasuk aktivitas politik. Mereka mengusung Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur DKI Jakarta lewat jalur independen.
"Karena ini juga terkait dengan transparansi, saya kira apa yang menjadi kampanye kita semua. Keinginan kita semua adalah transparansi dan akuntabiltas," kata Fadli di Gedung Nusantara II DPR Jakarta, Senin (20/6/2016).
Fadli berharap supaya Teman Ahok lebih profesional lagi.
"Maka kalau ada informasi seperti itu, aliran dana, kan Teman Ahok ini juga bagian dari kampanye politik dan merupakan teman daripada seorang pejabat, yang juga tim itu direstui oleh yang bersangkutan. Oleh karena itu misalnya ada informasi seperti itu, harus dibuka," tutur Fadli.
Menurut Fadli aliran duit proyek reklamasi yang dikabarkan masuk ke kantong Teman Ahok harus diklarifikasi. Sebab itu masuk ke dalam gratifikasi.
"Jangan sampai ada peraturan atau perundang-undangan yang dilanggar, karena bisa saja itu menjadi gratifikasi apalagi ini ada isu barter. Ini harus segera diklarifikasi, diteliti dengan sebaik-baiknya lah," kata Fadli.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor