Suara.com - Di hari ulang tahun Kota Jakarta yang ke 489, Rabu (22/6/2016), anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra Syarif meminta Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama introspeksi diri dan menjadi pribadi yang santun.
"Yang harus dilakukan gubernur adalah perbaiki budi pekerti atau etika seorang pemimpin," kata Syarif.
Menurut Syarif karakter komunikasi Ahok yang meledak-ledak tidak menunjukkan seorang pemimpin yang mengayomi rakyatnya. Gaya kepemimpinan Ahok, katanya, lebih pantas diterapkan di perusahaan.
"Tapi sayang memang kita sebenarnya tidak punya pemimpin DKI, yang kita punya baru seorang manajer atau CEO," kata dia.
Menurut dia kebijakan Ahok cenderung memihak kepada kalangan pengusaha ketimbang rakyat kecil.
"Yang keputusan atau kebijakannya anti kritik, yang mulai terlihat jelas tidak memihak rakyat kecil," kata dia.
Dia juga berharap Ahok jangan merasa menjadi pemimpin yang yang paling bersih dan memiliki kapabilitas paling bagus.
"Disisa waktu pemerintahannya gubernur jangan merasa paling hebat dan merasa paling bersih," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura