"Banyak orang salah memaknai tradisi dalam budaya tersebut. Kami berupaya mengembalikannya ke pemahaman yang tepat," kata manajer program Onyango Ondeng di tengah persiapan menyambut Hari Janda Internasional pada Kamis.
Komunitas pembela hak asasi manusia lain turut bekerja sama dengan komunitas adat Meru dan Kalenjin di dataran tinggi bagian utara Nairobi, Kenya dalam program pemberdayaan serupa.
"Peninggalan itu tidak perlu dimaknai secara seksual," kata Ondeng.
"Kami telah memberdayakan pada tetua adat, mereka telah menjelaskan ke komunitas adat bahwa peninggalan itu diantaranya termasuk mengurus perekonomian istri yang ditinggalkan, dan membiarkan mereka menempati tanah warisannya." Para tetua adat telah mendorong tiap keluarga agar mengadopsi ritual yang lebih aman, misalnya dengan menggantungkan jaket saudara ipar di rumah janda tersebut.
Jaket itu merupakan simbol peninggalan keluarga yang dapat dimiliki para janda.
Saudara ipar Wekesa kini telah menerima perempuan itu. Ia pun hidup tenang berternak ayam dan bebek di rumahnya, dekat Danau Victoria.
"Keadaan kami cukup baik," ungkapnya.
"Saat warga lain punya masalah, mereka datang ke saya meminta saran," katanya menambahkan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan