Presiden Joko Widodo di atas kapal perang KRI Imam Bonjol 383 saat meninjau perairan Natuna [Biro Pers]
Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengatakan, Komisi I mendukung rencana TNI untuk membangun pangkalan militer di perairan Natuna.
Menurut Hanafi, pembangunan pangkalan militer ini penting untuk menjaga kedaulatan negara dan bisa maksimal dalam memanfaatkan kekayaan yang ada di kawasan tersebut.
"Secara militer pemerintah kita punya rencana memperkuat kedaulatan kegiatan ekonomi di ZEE, harus dikejar juga karena kita punya hak berdaulat memanfaatkan kekayaan alam di sana," kata Hanafi di DPR,Selasa (28/f/2016).
Selain membangun pangkalan militer, Hanafi mengatakan, pemerintah juga perlu menjalin komunikasi dengan negara tetangga. Supaya, pendirian pangkalan militer ini tidak dianggap sebagai ancaman bagi negara lain.
"Komunikasi dengan negara Asean perlu dilakukan agar tidak dianggap sebagai sebuah bentuk militerisasi yang mengancam negara tetangga," kata dia.
Apalagi, tambah Politikus PAN ini, hubungan luar negeri dengan negara tetangga juga mesti dibangun. Jangan sampai, tambahnya, hubungan baik yang sudah ada malah mengganggu kebijakan luar negeri negara lain.
"Jadi semangatnya meredakan ketegangan," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?