Suara.com - Riky Widianto/Gloria Emanuelle Widjaja tampil cukup solid pada debut mereka sebagai pasangan di Taiwan Open Grand Prix Gold 2016, Rabu (29/6/2016).
Riky/Gloria menang atas wakil tuan rumah yang juga unggulan ketujuh, Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan, di babak pertama dengan skor 23-21, 21-18.
Walaupun baru dua minggu latihan bersama, namun rotasi permainan Riky/Gloria sudah cukup baik, hingga menyulitkan lawan. Pasangan ini juga mampu menguasai keadaan saat tertinggal 16-19 di game pertama.
"Kami sempat terbawa irama permainan lawan, tapi kami selalu berusaha untuk mencari cara menyerang. Kami sudah mengantisipasi hal ini dari awal karena kami tahu Liao serangannya bagus. Makanya kami usahakan unggul di permainan net, sehingga kami lebih enak menyerang," ungkap Riky.
"Di pertandingan pertama ini kami sudah merasa kompak. Menurut saya walaupun baru pertama berpasangan, pasti bisa solid, tergantung bagaimana kita bisa saling mengikuti permainan partner kita," Gloria menimpali.
Meskipun demikian, Riky/Gloria merasa masih banyak hal yang harus mereka perbaiki. Diantaranya adalah terkait pertahanan yang masih harus ditingkatkan lagi dan juga konsentrasi selama pertandingan.
Sementara itu, pasangan Alfian Eko Prasetya/Annisa Saufika juga lolos ke babak kedua setelah menekuk wakil Cina, Liu Yuchen/Jia Yifan, 21-18, 19-21, 21-16.
Pasangan Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia juga memetik kemenangan di babak pertama atas Parinyawat Thongnuam/Natcha Saengchote (Thailand), 21-11, 21-18.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang