Suara.com - Sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Rabu (13/7/2016). Di persidangan nanti, jaksa akan memaparkan rekaman kamera pengintai atau CCTV dan menghadirkan empat orang saksi kunci.
Menanggapi soal rekaman CCTV, ketua tim kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan mengaku sudah membuat komitmen dengan kliennya sejak lama. Dia pernah bertanya kepada Jessica apakah benar pernah menaburkan racun sianida ke dalam minuman kopi Mirna.
"Karena komitmen saya dengan Jessica, saya tanya 'apakah kamu melakukan, kalau memang kamu lakukan katakan, biar kita bisa membelamu memberikan keringanan'. 'Tapi kalau kamu tidak berbuat, kamu harus juga melihat kenyataanya. Kalau ternyata kenyataannya kamu memasukan (sianida), kita juga tidak bisa apa-apa'. Dia bilang, 'tidak melakukan apa-apa'. Jadi kita lihatlah," kata Otto sebelum sidang.
Otto sendiri penasaran dengan rekaman CCTV yang menjadi bukti petunjuk jaksa. Sebab, dia belum pernah melihatnya. Namun kata Otto, di dalam Berita Acara Pemeriksaan Jessica, tak ada keterangan ahli yang menyebut kliennya menabur racun sianida ke minuman kopi Mirna.
"Belum, kita belum lihat. Tapi ada ahli yang diperiksa tentang CCTV, di dalam keterangan ahli itu tidak ada kata-kata ahli itu mengatakan Jessica memasukan barang (sianida) ke kopi Mirna," ujarnya menjelaskan.
Lebih lanjut kata Otto, harus ada fakta yang membuktikan bahwa Jessica orang yang menaruh racun tersebut. Sebab, mimik wajah tak bisa menjadi kesimpulan.
"Kalau asumsi kan nggak boleh, ini kan pembuktian. Kalau kita duga-duga kan repot. Anda senyum-senyumnya apa kan saya nggak bisa duga, senyum sinis apa senyum kebenaran," katanya.
Pantauan suara.com, sidang belum juga dimulai meskipun dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB. Adapun Hanie, teman Mirna yang akan menjadi saksi kunci hari ini telah tiba di pengadilan. Ayah Mirna, Darmawan Salihin dan beberapa kerabat juga sudah tampak di sana.
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Jessica Wongso di Media Australia, Wawancara Kontroversial Picu Kemarahan Masyarakat
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan