Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, menerima kedatangan Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta di Ruang Rapat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kamis (14/7/2016).
Ketua Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, Gede Marayana mengatakan, tujuan kedatangan Komisi Informasi adalah untuk memberikan laporan kinerja dan beberapa hal terkait Komisi Informasi.
"Jadi kita laksanakan amanat konstitusi. Karena kita ingin memberikan laporan kinerja kita selama triwulan. Nanti juga kita akan juga sampaiakan kepada DPRD," ujar Gede dalam rapat di ruang rapat di Ruang Rapat Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Lebih lanjut Gege menilai, keterbukaan informasi sudah diterapkan di DKI Jakarta seperi e-katalog.
"Sekarang tentang keterbukaan informasi publik sudah ada dengan adanya e-katalog, sehingga adanya Komisi Informasi bisa berperan dalam rangka keterbukaan masalah transparansi yang melibatkan masyarakat," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Djarot berharap, dengan kehadiran Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta bisa menyelesaikan berbagai persoalan seputar informasi di Jakarta.
"Keterwakilan Anda bisa selesaikan masalah persoalanya. Transparansi penting. Jadi kalau ada orang yang tidak bertanggung jawab seperti memeras, kami bisa menuntut mereka dengan pencemaran nama baik. Masyarakat juga tidak boleh menyalahgunakan informasi untuk tujuan jahat," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?