Suara.com - Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar Zainudin Amali mengatakan ada kemungkinan senjata api yang digunakan kelompok teroris Santoso merupakan hasil penyelundupan dari beberapa negara tetangga.
"Pasti ada, dan itu biasanya dari Malaysia, dari Filipina, daerah-daerah konflik, yang dibawa ke Poso, ke Ambon, segala macem dulu kan dari situ," kata Zainudin kepada Suara.com, Jakarta, Jumat (22/7/2016).
Zainudin menduga penyelundupan senjata api dari negara lain ke Indonesia dilakukan melalui jalur laut. Pasalnya, laut Indonesia begitu luas, namun minim pengawasan.
"Nah, memang kita harus memperkuat pengawasan di laut kita, cuma kan fasilitas sangat minim. Kita dorong terus, ya kapal cepat, ya pendeteksi, segala macam kelengkapan Angkatan Laut," tutur Zainudin.
Zainudin juga menduga bahwa senjata api yang digunakan kelompok Santoso, tidak menutup kemungkinan merupakan senjata api yang digunakan saat konflik Poso pecah beberapa tahun yang lalu.
"Bisa jadi (senpi bekas konflik poso), tapi kan dari luar, kalau dari sini kan nggak mungkin kalo organik. Kalo itu organik, hasil rampasan, misal pernah merampok si Santoso itu, kan bisa aja," kata Zainudin.
Seperti diketahui, pada hari Senin (18/7/2016), Satuan Tugas Tinombala yang merupakan pasukan gabungan TNI-Polri berhasil menewaskan Komandan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah.
Santoso tewas dalam aksi baku tembak dengan Satgas, di sebuah hutan belantara di Pegunungan Biru, Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Dari tempat kejadian, Satgas berhasil mengamankam beberapa bukti, salah satunya yaitu sejata api jenis M 16 serta beberapa amunisi lainnya. Senjata api tersebut diduga kuat berasal dari Filipina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!