Suara.com - Kenyataan pahit harus diterima pebalap Indonesia, Rio Haryanto. Melakoni sesi kualifikasi di Hungaroring, Rio mengalami "crash".
Mengalami tabrakan yang cukup keras, Rio masih beruntung tidak mengalami cedera. Meski insiden tersebut menempatkannya start di posisi buncit dalam GP kali ini.
"Sebelumnya sudah ada tiga bendera merah di sesi Q1 yang sangat menantang. Dihentikan dan dimulai lagi (akibat hujan) saat kondisi lintasan membaik. Tapi kemudian menjadi basah lagi," buka Rio.
"Saat dilanjutkan untuk ketiga kalinya, waktu yang tersisa hanya sedikit, sekitar lima menit. Jadi saya harus menggeber mobil saya meski lintasan masih lembab. Hasilnya saya kehilangan kendali di ban belakang di tikungan ke-10," sambungnya seperti dilansir dari laman Facebook Manor Racing.
"Sangat disayangkan. Mobil juga mengalami kerusakan parah. Kasihan, rekan-rekan akan sangat sibuk malam ini," sambungnya lagi.
Secara keseluruhan, sesi kualifikasi GP Hongaria itu sendiri tidak berjalan mulus. Akibat hujan deras, sesi itu harus ditunda selama lebih dari 20 menit.
Di tengah berjalannya kualifikasi, hujan kembali turun sehingga bendera merah kembali terlihat. Total, sesi kualifikasi itu diwarnai empat bendera merah dan dua insiden.
Berita Terkait
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Bukan Sekadar Game! Lenovo Legion Jadi 'Senjata' Utama di F1 Sim Racing World Championship 2026
-
Akankah Max Verstappen Tinggalkan Red Bull? Ucapan Lama soal GP Kembali Disorot
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus