Suara.com - Seorang utusan perdamaian PBB tewas diserang kelompok bersenjata di utara Mali. Saat itu dia tengah mengantarkan logistik untuk koorban perang di sana.
Penyerangan itu berlangsung saat ada 5 utusan perdamaian PBB konvoi mengantarkan logistik. Penyerangan terjadi di 11 km selatan Aguelhoc di wilayah Kidal. Di sana memang kawasan rawan kelompok bersenjata.
Seorang Juru Bicara PBB menyatakan sampai saat ini tetara pemerintah Mali belum maksimal mencegah pergerakan kelompok radikal bersenjata di sana. Bahkan di tahun 2014, ada 50 tentara pemerintah yang tewas.
Mali telah menjadi tempat paling mematikan untuk para utusan perdamaian PBB. Ada lebih dari 100 pasukan penjaga perdamaian tewas sejak Juli 2013. Ada 2.500 tentara perdamaian yang berjaga di sana.
Sementara Mei lalu ada lima penjaga perdamaian Chad tewas dalam penyergapan di dekat Kidal. Kelompok Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas serangan bulan itu yang juga menewaskan 3 warga sipil. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter