Suara.com - Dewan Negara, selaku pengadilan administratif tertinggi di Prancis akhirnya mencabut larangan burkini-khususnya di kota Riviera. Keputusan tersebut bukan musthail bakal dilakukan terhadap setidaknya 30 wilayah resor yang telah memberlakukan larangan serupa.
Hal ini menyusul kontroversi yang terjadi sepekan belakangan di wilayah wisata pantai di Nice. Di foto yang tersebar, tampak empat polisi memaksa seorang perempuan menanggalkan burkini yang dikenakannya saat berjemur di pantai.
Setidaknya ada dua lembaga hak asasi manusia Prancis yang memprotes larangan tersebut. Menurut mereka, larangan ini telah mencederai hak asasi manusia. Wali Kota Nice, selaku pejabat yang mesahkan larangan burkini, juga dianggap telah melanggar hak asasi manusia karena dianggap mengatur pakaian apa yang pantas dikenakan di pantai.
Patrice Spinosi, jubir Human Right League mengatakan perempuan yang didenda gara-gara burkini bisa saja menggugat hal tersebut ke pengadilan.
"Keputusan ini merupakan preseden hukum yang buruk. Dengan kata lain, seluruh tata cara harus sesuai dengan keputusan Dewan negara," katanya seperti dikutip laman Metro.
"Wali Kota harus mencabut larangan ini. Jika tidak, tindakan hukum bisa saja diambil untuk melawannya. Cara ini tidak bisa dibenarkan karena melanggar kebebasan fundamental," tandasnya. (Metro)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?