Komunitas pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Karisma Jakarta, berkumpul di Warung Tukul, Jalan Sultan Syahrir, nomor 1 D, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini. [suara.com/Erick Tanjung]
Komunitas pendukung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Karisma Jakarta, berkumpul di Warung Tukul, Jalan Sultan Syahrir, nomor 1 D, Menteng, Jakarta Pusat, hari ini. Mereka mendorong PDI Perjuangan untuk mengusung Risma maju ke pilkada Jakarta periode 2017-2022.
"Waktu yang ditunggu-tunggu semakin dekat, kan pendaftaran (cagub dan cawagub DKI) KPUD pertengahan September. Dalam hal ini kami berharap pada satu-satunya partai yang bisa mengusung calonnya sendiri untuk segera mengumumkan Risma jadi cagub dari PDIP," kata Ketua Karisma Jakarta, Yongki.
Yongki mengatakan respon masyarakat Jakarta apabila Risma diusung ke pilkada positif.
"Karisma berdiri tanggal 28 April dalam rangka pilkada untuk berikan pilihan alternatif. Kami siap memenangkan Risma sebagai cagub di DKI pada pilkada 2017," ujar dia.
Sambil menunggu PDI Perjuangan mengumumkan kandidat, perwakilan komunitas tersebut akan konvoi dari Jakarta ke Kota Surabaya. Konvoi itu sebagai simbol bahwa masyarakat Jakarta mengharapkan Risma sehingga menjemputnya langsung dari Kota Surabaya.
"Warga Jakarta yang tergabung dalam Karisma ingin menjemput Risma. Kegiatan ini diberikan judul: menjemput pemimpin. Kami akan menjemput Ibu Risma melalui jalur darat," kata dia.
"Waktu yang ditunggu-tunggu semakin dekat, kan pendaftaran (cagub dan cawagub DKI) KPUD pertengahan September. Dalam hal ini kami berharap pada satu-satunya partai yang bisa mengusung calonnya sendiri untuk segera mengumumkan Risma jadi cagub dari PDIP," kata Ketua Karisma Jakarta, Yongki.
Yongki mengatakan respon masyarakat Jakarta apabila Risma diusung ke pilkada positif.
"Karisma berdiri tanggal 28 April dalam rangka pilkada untuk berikan pilihan alternatif. Kami siap memenangkan Risma sebagai cagub di DKI pada pilkada 2017," ujar dia.
Sambil menunggu PDI Perjuangan mengumumkan kandidat, perwakilan komunitas tersebut akan konvoi dari Jakarta ke Kota Surabaya. Konvoi itu sebagai simbol bahwa masyarakat Jakarta mengharapkan Risma sehingga menjemputnya langsung dari Kota Surabaya.
"Warga Jakarta yang tergabung dalam Karisma ingin menjemput Risma. Kegiatan ini diberikan judul: menjemput pemimpin. Kami akan menjemput Ibu Risma melalui jalur darat," kata dia.
Dukungan agar PDI Perjuangan mengusung Risma terjadi di tengah menguatnya isu partai tersebut akan mendukung Basuki Tjahaja Purnama.
Komentar
Berita Terkait
-
Risma Apresiasi Sopir Ambulans dan Relawan Bencana: Bekerja Tanpa Libur, Tanpa Pamrih
-
Eks Mensos Tekankan Pentingnya Kearifan Lokal Hadapi Bencana, Belajar dari Simeulue hingga Sumbar
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Risma-Gus Hans Resmi Ajukan Gugatan Sengketa Pilkada Jatim ke MK
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut