Suara.com - Lima warga desa tewas sementara dua lainnya terluka dalam sebuah serangan bersenjata yang dilancarkan kelompok Boko Haram di Toumour, Niger bagian timur, Jumat (2/9/2016). Ini menjadi serangan pertama dalam tiga bulan terakhir yang dilakukan kelompok teror itu.
Gubernur Provinsi Diffa, Niger, Dan Dano Mahaman Laouali, kepada sebuah radio Niger pada Sabtu (3/9/2016), mengatakan serangan tersebut terjadi di Toumour, Jumat waktu setempat, demikian disampaikan AFP.
Dikatakan pula bahwa warga sempat melakukan perlawanan dengan senjata tradisional seperti panah dan tombak.
Sementara itu, seperti diberitakan Reuters, para pelaku penyerangan
menunggang unta dalam aksinya. Mereka juga membakar rumah-rumah warga.
Pada Juni silam, Boko Haram melancarkan serangan perdananya di negar ini di Kota Bosso, yang dekat dengan perbatasan Niger dengan Nigeria dan Chad. Puluhan ribu warga mengungsi menyusul serangan di Bosso pada 23 Juni yang menewaskan 26 tentara. (AFP/Reuters)
Tag
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan