Suara.com - Komisi I menganggap layak calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Komjen Pol Budi Gunawan, usai melakukan fit and proper test di DPR, Rabu (7/9/2016). Budi pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan kepercayaan dan amanah tersebut kepadanya.
"Terima kasih kepada Presiden Jokowi yang memberikan amanah dan kepercayaan kepada saya untuk menjabat sebagai Kepala BIN," kata Budi, seusai fit and proper test.
Wakapolri ini pun menyatakan siap menjalankan tugasnya dengan baik, dengan cara memantapkan dan menguatkan fungsi BIN, baik di bidang deteksi dini maupun peringatan dini, sehingga menurutnya semua potensi ancaman bisa dieliminir.
"Tentunya saya akan bekerja berdasarkan konstitusi kita, UUD 1945. Kemudian juga UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Intilejen Negara. Kemudian Peraturan Presiden Nomor 90 tahun 2012 tentang Badan Intelijen Negara," kata dia.
Budi mengakui memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi selaku jabatannya sebagai Wakapolri. Kedekatan ini, menurutnya pula, sebatas komunikasi mengenai apa yang harus dilaporkan kepada Presiden, serta soal perkembangan peristiwa yang sedang terjadi dan langkah yang perlu diambil.
Saat menjadi Kepala BIN nantinya, Budi menerangkan, dirinya akan lebih dekat lagi dengan Presiden. Sebab menurutnya, Presiden adalah single client dari BIN. BIN pun, sambungnya, akan menjadi mata dan telinga Presiden dalam mengeluarkan kebijakan.
"Sebagai mata dan telinga Presiden dan pemerintah. Kemudian yang kedua, sesuai dengan undang-undangnya memang BIN mempunyai single client yaitu Presiden. Tentu semua informasi yang dikumpulkan, yang diolah harus secara cepat, tepat, dan akurat, bisa disampaikan ke Bapak Presiden, dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan," tuturnya.
Saat disinggung adakah pesan khusus dari Presiden kepadanya (terkait penunjukan), Budi meminta maaf bila dirinya dibatasi dalam berucap ke publik.
"Saya mohon maaf, karena sesuai dengan tugas, fungsi, dan peran BIN, mengharuskan membatasi hal-hal untuk secara terbuka disampaikan ke publik. Karenanya, ada hal lain atau khusus yang tidak bisa saya buka. Saya mohon maaf," tuturnya.
Namun demikian, Budi menyatakan bahwa dirinya bisa bekerja dengan mengedepankan independensi. Menurutnya, aspek objektivitas dalam menjalankan tugas ini amatlah penting.
"Sesuai dengan undang-undang, bahwa BIN harus bekerja dengan mengedepankan independensi. Kemudian fakta yang sebenarnya. Makanya aspek objektivitas ini penting, tidak berdasarkan kepentingan atau pun juga pesanan-pesanan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung