Suara.com - Setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup Rumah Sakit Menteng Mitra Alfia di Jalan Kali Pasir nomor 9, Kebon Sirih, Jakarta, sebagian karyawan tetap beraktivitas pada hari ini. Tetapi, sebagian pegawai mengaku sedih dengan kebijakan pemerintah.
"Sudah empat tahun saya di sini, jadi jadi sedih saja kalau rumah sakitnya ditutup, bingung mau kemana. Karena di sini sudah enak, kekeluargaan banget, baik karyawannya, perawatnya, juga sama dokter-dokternya," ujar petugas keamanan bernama Ahmad Basri kepada Suara.com di RS MMA.
Basri bercerita pengalamannya pernah mendapat tawaran pindah ke perusahaan ban mobil dengan gaji lebih besar, namun dia memilih tetap bekerja di RS MMA karena lingkungan kerja yang nyaman.
"Saya sudah banyak tawaran dengan gaji yang lebih gede dari sini (RS MMA), tapi yang namanya di sini kekeluargaan banget, belum tentu ditempat lain seperti di sini kekeluargaan dari mulai dokter, perawat, security semuanya kekeluargaan," kata Basri.
Basri mengatakan tak hanya pegawai, sebagian pasien juga mengeluh ketika dipindahkan di RS lain. Pasalnya, mereka lebih percaya dokter-dokter RS MMA.
"Tadi juga ada pasien yang sedih karena nggak bisa berobat di sini lagi, mereka bilang nggak mau ke RS lain, maunya dokter di sini kan dokter bagus- bagus. Karena mereka lihat dokternya aja sudah sembuh, jadi mereka sedih kalau dirujuk ke tempat lain, belum tentu sebaik di sini," kata Basri.
Ia menyebut dokter spesialis mata, dokter Isfahani, yang merupakan dokter terbaik di Asia.
"Dokter-dokter di sini top semua. Apalagi dokter Isfahani salah satu dokter mata terbagus se-Asia," imbuhnnya.
Setelah RS ditutup, Basri belum mendapatkan instruksi lebih lanjut, apakah tetap bertahan atau dipecat.
"Kita belum ada omongan, tapi kita masih disuruh bekerja seperti biasa," kata dia.
Meski ditutup, aktivitas hari ini tetap terlihat sibuk. Sebagian karyawan melayani administrasi pelanggan yang akan dirujuk ke tiga RS lain, seperti RS MH Thamrin, RS M Ridwan Rais, RS PGI Cikini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup RS itu karena pengelola dianggap tidak memenuhi sejumlah persyaratan.
Kepada masyarakat, managemen RS mengumumkan keputusan pemerintah tersebut, antara lain dengan memasang papan pemberitahuan.
"Berdasarkan surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Ibu Kota Jakarta nomor 3894/-1.779.3 tanggal 05 September 2016. Maka dengan ini kami memohon maaf tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan (Poliklinik) kepada pasien RSU Menteng Mitra Afia.
Sehubungan dengan adanya surat dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu nomor 3894/-1.779.3 maka kami beritahukan kepada pasien untuk sementara waktu pelayanan BPJS Kesehatan ditutup sampai informasi selanjutnya."
Tag
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau