Suara.com - Pemerintah dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepakati kenaikan bonus bagi atlet peraih medali di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.
"Pemerintah dan DPRD sudah sepakat untuk menaikkan bonus dua kali lipat dari yang sudah ditetapkan sebelumnya," kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, kepada wartawan di Kupang, Rabu (14/9/2016).
Frans Lebu yang juga Ketua Umum KONI NTT mengatakan, bonus untuk atlet yang mampu menyumbangkan medali emas naik dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.
Sementara atlet peraih medali perak naik dari Rp35 juta menjadi Rp75, dan perunggu dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta.
Sebelumnya, dalam APBD 2016, pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk bonus para atlet masing-masing Rp50 juta untuk atlet peraih medali emas.
Sedangkan peraih medali perak akan disiapkan bonus Rp35 juta dan peraih medali perunggu Rp25 juta.
Bonus ini dinilai banyak kalangan tidak sebanding dengan perjuangan para atlet di arena PON, dengan membawa nama pemerintah dan rakyat NTT.
Gubernur menambahkan, selain bonus untuk para atlet, Pemprov NTT juga telah menyiapkan bonus kepada para pelatih sebesar Rp50 persen dari bonus atlet.
Di samping bonus uang tunai, Pemprov NTT juga menyiapkan hadiah rumah bagi para atlet yang mampu menyabet medali.
Saat ini kata dia, ada 25 unit rumah yang sedang dibangun. Rumah tersebut akan diberikan kepada atlet PON yang mengharumkan nama NTT di PON.
Dia mengatakan bonus ini, semata-mata sebagai bentuk penghargaan terhadap atlet yang telah berjuang dengan cucuran keringat, untuk mengharumkan nama daerah di tingkat nasional--sekaligus sebagai rangsangan untuk berusaha keras meraih medali. (Antara)
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia