News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memimpin pembacaan doa dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Menag Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR RI.
  • Nasaruddin memohon perlindungan dari fitnah, pengkhianatan, serta meminta kekuatan bagi para pemimpin negara dalam menghadapi tantangan global.
  • Ketua MPR Ahmad Muzani menyatakan sidang dihadiri 629 dari 732 anggota.

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta perlindungan dari fitnah, pengkhianatan, serta berbagai tipu daya saat memimpin pembacaan doa dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Permintaan tersebut menjadi salah satu bagian doa Nasaruddin di hadapan para pejabat negara dan anggota parlemen. Ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi ketika menghadapi kritik.

"Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah dan pengkhianatan. Selamatkan kami dari berbagai tipu daya dan rekayasa negatif hamba-Mu. Sadarkanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka itu benar. Ampuni mereka jika fitnah dan kritikan mereka itu keliru," ucapnya.

Nasaruddin mengawali doanya dengan memanjatkan syukur atas terselenggaranya Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

"Puji syukur kami panjatkan kehadirat-Mu. Karena pada pagi hari ini, kami kembali melangsungkan sidang tahunan MPR RI, dan sidang bersama DPR RI, dan DPD RI, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 tahun 2026," ucap Nasaruddin.

Ia berharap sidang tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus menyinergikan seluruh potensi bangsa di tengah tantangan global.

"Tiada lain harapan kami, kecuali kiranya Engkau memberkahi pertemuan yang amat bersejarah bagi bangsa kami ini. Semoga sidang tahunan kali ini menjadi momentum terbaik untuk menyinergikan segenap potensi bangsa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami. Yaitu sebuah bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, dan kebersamaan di dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsanya. Terutama untuk mempertahankan martabat bangsa kami di tengah tantangan global saat ini," lanjutnya.

Selain memohon perlindungan dari fitnah dan pengkhianatan, Nasaruddin mendoakan masyarakat yang mengalami kezaliman tanpa membedakan latar belakang keagamaannya.

"Satukanlah hati dan pikiran kami untuk bersama-sama mencintai negerinya. Ya Allah, bantulah siapapun hamba-Mu yang terzalimi, yang lemah di muka bumi ini, baik yang taat beragama maupun yang belum taat, karena sesungguhnya mereka juga adalah hamba ciptaan-Mu yang membutuhkan pertolongan."

Baca Juga: Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan

Ia juga memohon kekuatan bagi para pemimpin dan rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan dan tanggung jawab negara.

"Ya Allah, masih panjang jalan yang harus kami tempuh, masih besar tantangan yang kami harus hadapi, masih banyak tanggung jawab yang harus kami emban, dan masih beragam hambatan yang harus kami lalui. Berikanlah kekuatan dan keterangan dan ketegaran untuk mengemban amanah dan melewati berbagai tantangan tersebut. Kami yakin, seberat apapun cobaan dan tantangan itu, jika Engkau hadir mendampingi kami, maka semuanya akan menjadi ringan bagi kami," katanya.

Doa kemudian ditutup dengan penyerahan seluruh ikhtiar bangsa kepada Yang Maha Kuasa, permohonan ampun bagi para pemimpin dan pahlawan, serta harapan agar Indonesia menjadi negeri yang makmur dan tenteram.

"Ya Allah, hamba-Mu sudah berikhtiar sedemikian rupa. Selanjutnya, sepenuhnya kami menyerahkan diri dengan segenap ikhtiar kami. Ampunilah dosa-dosa dan segala kekeliruan kami, para orang tua kami, para pemimpin, dan para pahlawan kusuma bangsa kami. Jadikanlah bangsa dan negeri kami sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo," pungkasnya.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. [Suara.com/Bagaskara]

103 Anggota Absen

Sebelum pembacaan doa, Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026.

Load More