Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:46 WIB
Ilustrasi Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas. [Antara]
  • Mata uang rupiah dibuka menguat ke level Rp17.866 per dolar AS pada Jumat 14 Agustus 2026.
  • Penguatan rupiah dipicu oleh sentimen global akibat data inflasi dan pekerjaan Amerika Serikat yang melemah.
  • Pelaku pasar domestik saat ini sedang mengantisipasi pidato Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara oleh Prabowo.

Suara.com - Mata uang Garuda mulai menunjukkan pemulihan di pasar keuangan. Rupiah pun dibuka menguat pada pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Jumat 14 Agustus 2026 dibuka ke level Rp17. 866 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 11 poin atau naik 0,06 persen pada hari sebelumnya yang ada di Rp18.877 per dolar AS.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar yang terkoreksi setelah data inflasi dan pekerjaan AS yang lebih lemah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, investor masih cenderung wait and see mencermati perkembangan geopolitik di timteng yang memberikan gambaran beragam. Hal ini bisa memberikan sentimen negatif pada mata uang Garuda.

"Dari domestik, investor mengantisipasi pidato RAPBN oleh Prabowo sore ini. Rp17.800-Rp17.900," ujarnya.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,43 persen.

Selanjutnya, won Korea Selatan terkerek 0,4 persen dan yen Jepang terangkat 0,04 persen. Disusul, yuan China yang naik 0,01 persen.

Berikutnya ada ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang bergerak stabil terhadap the greenback pada pagi ini.

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,11 persen. Kemudian ada peso Filipina yang tertekan 0,1 persen dan dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,001 persen.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com