Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Syarifudin Sudding mengatakan ada 5.400 transaksi mencurigakan terkait aliran dana jaringan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman.
Informasi ini didapatkan Suding pada rapat dengar pendapat Komisi III dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Gedung DPR, Kamis (22/9/2016).
"Ada kurang lebih 5.400 transaksi. Secara individu dan ada perusahaan," kata Sudding.
Menurutnya, dari ribuan transaksi tersebut bisa dikatakan ada keterlibatan dari petinggi penegak hukum. Informasi ini pun akan ditindaklanjuti oleh Komisi III DPR dan akan dilaporkannya ke Presiden Jokowi.
"Karena ini yang terlibat bukan kelas biasa. Tapi melibatkan aparat institusi penegak hukum. Saya kira saya sudah minta pimpinan rapat supaya menyurat ke pimpinan dewan dan ke presiden. Karena orang-orang yang terlibat adalah petinggi di institusi," ucapnya.
Dia menambahkan, dari ribuan transaksi yang dicurigai ini, ada yang melakukan transfer ke bank di sejumlah negara. Uang yang ditransfer pun bukan jumlah yang kecil. Sehingga, menurut dia informasi ini perlu juga ditindaklanjuti.
"Transfernya itu ke luar negeri. Indikasi transaksi sampai Rp 30 triliun, itu ke Cina dan India. Dan transaksi setiap hari. Dan itu institusi penegak hukum karena itu dugaan kuat transaksi itu dilakukan setiap hari, dan tidak mungkin karena terkait uang sekolah, dan itu terindikasi uang narkoba," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya