Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Anies Baswedan blusukan ke kampung Papanggo, Jakarta Utara, Senin (31/20/2016). Anies bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wib.
Di kampung tersebut sudah terpajang beberapa poster dan spanduk milik pasangan calon lainnya, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni. Namun demikian, menurut salah seorang warga, Nurjaman (43), Anies merupakan kandidat pertama yang melakukan blusukan ke kampung tersebut.
"Baru pertama, baru Pak Anies Baswedan. Tim Agus paling sebelah sananya," kata Nurjaman sambil menunjuk ke gang sebelah.
Nurjaman mengaku sudah familiar dengan wajah Anies, pun demikian juga dengan wakilnya, Sandiaga Uno.
"Saya sudah tahu sebelumnya. Kan sering nongol di TV. Pernah jadi menteri juga kan? Wakilnya saya juga tahu, pak Sadiaga Uno," ujar Nurjaman.
Nurjaman menjelaskan, pada Pilkada tahun 2012 yang lalu, mayoritas penduduk di kampung Papanggo memilih pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Sementara pada pemilihan Presiden, suara Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang mendominasi.
"Wah, kalau disini pemenangnya pak Fokenara dulu mas. Kalah pak Jokowi disini. Pilpres Pak Jokowi juga kalah di sini. Banyak suara Prabowo," tutur Nurjaman.
Nurjaman mengatakan pada Pilres yang akan datang akan memberikan suaranya kepada pasangan Anies-Sandiaga.
"Kita inikan maunya lebih bagus dari yang sekarang. Sekarang memang bagus, tapi kita tidak suka sama sifat gubernurnya. Dia suka mara-marah. Rakyatnya dimusuhi sama dia. Jadi mending pilih pak Anies dan Pak Sandi," tutur Nurjaman.
Hal yang sama juga disampaikan seorang warga lainnya, Subianto (37). Ia merasa lebih tertarik kepada pasangan Anies-Sandiaga daripada Agus-Sylvi atau Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
"Pak Anies saja deh. Pak Agus masih terlalu muda mas. Ahok sebenarnya bagus, tapi ya gitulah, kerjanya gusur sini gusur sana. Masyarakat kecil jadi sasarannya, tapi yang berduit di tambah berduit," kata Subianto.
Sedangkan menurut Nasir (64), salah seorang warga Papanggo lainnya, juga mengatakan akan memilih Anies-Sandiaga. Ia mengaku mengenal Anies dan Sandi melalui berbagai pemberitaan di TV.
"Tahulah pak Anies. Tahu di TV. Orangnya bagus. Pak Sandi juga bagus. Saya sudah bilang sama tetangga kemarin, mending pilih Anies. Kalau Ahok, sudah pasti tidak dihitung. Kalau Agus, pengalamannya pasti kurang," ujar Nasir.
"Kita berharap kalau Pak Anies terpilih, dia akan lebih bagus dari Ahok. Dia orang pintar lho mas. Saya sering tonton dia di TV. Pak Sandi juga," Nasir menambahkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan