Suara.com - Polri dan TNI menggunakan berbagai cara untuk mengamankan demonstrasi ormas Islam secara persuasif di depan Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jumat (4/11/2016)..
Polri mengerahkan polwan berhijab, begitu juga TNI. TNI juga menurunkan tentara berhijab.
Salah tentara berhijab bernama Rini. Dia mengatakan ada sekitar 30 anggota TNI berhijab dari Rindam Jaya, Condet, Jakarta Timur, yang dikerahkan.
"Saya dari kodam 30 orang. Intsruksinya ngasih air sama permen," kata Rini di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat.
Rini berharap aksi hari ini berlangsung aman dan tertib.
"Harapan saya damai aja sih, karena kita saudara," katanya.
Senada dengan Rini, polwan berhijab bernama Sri Purwandini berharap aksi hari ini berlangsung damai. Sri merupakan anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya.
"Dari Polda saja ada 100 Polwan, seluruhnya 268 orang," katanya
Tugas Sri dan anggota lainnya untuk memberikan makanan permen dan air mineral kepada anggota ormas Islam yang demonstrasi.
"Kita nanti dalam pelaksananya dari Istiqlal, muaranya kan di Istana. Jadi untuk powan kita nanti berikan minum dan permen kepada mereka. Kita berharap semuanya aman dan lancar, karena kita semuanya saudara," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Usai Diserang Isu SARA, RK Janji Bikin Program ke Vatikan dan Yerusalem, Apa Alasannya?
-
AMIN Teken 13 Pakta Integritas Ijtima Ulama, TPN Ganjar-Mahfud: Sudah Tak Laku, Lebih Khawatir Politik Dinasti
-
Ganjar Pranowo ke Pendukungnya: Haram Hukumnya Bawa Isu SARA!
-
Bukan Pesta Demokrasi: Penyakit-penyakit Musim Pemilu yang Akan Menjangkit
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China