Suara.com - Presiden Joko Widodo belum mau mengomentari hasil pemilihan Presiden Amerikat Sementara yang diungguli oleh Donald Trump dari partai Republik. Sementara ini, Trump unggul dari rivalnya, Hillary Clinton dalam Pilpres negara paman sam tersebut.
"Yang pertama, saya kira harus kita tunggu sampai ada penghitungan terakhir, tidak boleh mendahului. Kedua, apapun yang menjadi pilihan rakyat Amerika, saya sangat menghargai," kata Jokowi kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Dia mengatakan, meski Trump menang dalam pertarungan memperebutkan jabatan Presiden, hubungan Indonesia dengan Amerika tetap baik, khusunya dalam hubungan perdagangan. Begitu pula jika nanti justru yang menang adalah Hillary kata dia.
"Hubungan kita tetap akan baik, terutama hubungan dagang dan investasi. Kita tahu Amerika termasuk investor lima besar di Indonesia, saya kira tidak akan ada perubahan," ujar dia.
Untuk diketahui, saat ini Trump sudah mengumpulkan 266 "electoral vote" dan hanya butuh empat lagi untuk dipastikan menjadi pemenang. Sedangkan, Clinton sampai saat ini masih mengumpulkan 218 "electoral vote".
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Menkes Sindir Orang Kaya Masuk PBI: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp 42.000?
-
Jakarta Mulai Bersolek Jelang Imlek, Rano Karno: Kami Rumah Berbagai Budaya
-
Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'
-
Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Dua Bandit Bercelurit Harus Mendekam dalam Jeruji Besi Usai Jambret Kalung Emas di Tambora
-
Kejagung Bongkar Korupsi Ekspor CPO & POME, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Hadirkan 'Wajah Humanis', 1.060 Polisi Siaga Kawal Demo Guru Madrasah di Depan Gedung DPR
-
Kerugian Negara Ditaksir Rp14 Triliun, Kejagung Mulai Lacak Aset 11 Tersangka Perkara Ekspor CPO
-
8.000 Personel TNI Dikirim ke Gaza untuk Misi Damai, Disebut Bakal Lucuti Hamas