Suara.com - Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) khawatir Indonesia akan hancur apabila ada aksi lanjutan demonstrasi 4 November pada 25 November mendatang. Namun terkait isu ini polisi memastikan baru sekadar isu.
Hanya saja Ahok mendengar jika akan ada 5 juta massa yang akan turun ke jalan untuk berdemo. Jumlah ini jauh lebih banyak dari demo sebelumnya yang hanya sekira 100 ribu orang.
"Katanya tanggal 18 atau 25 (November) bakal turun 5 juta orang, kalau mau turun kayak gitu ini negara bakalan pecah. Kita kembali ke zaman barbar lagi," kata Ahok di kediamannya, Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016) malam.
Kata Ahok, zaman dahulu memang ada pihak yang mengerahkan massa secara besar-besaran untuk mendapatkan suatu jabatan atau kekuasaan. Namun, Ahok menegaskan hal tersebut sudah tidak berlaku lagi di zaman sekarang.
"Jadi kalau mau mengalahkan orang ini, datangkan 6 juta orang, terus ngapain hadap-hadapan 5 juta atau 6 juta? Mau perang kolosal kaya perang zaman dulu? Yang perang berminggu-minggu? Kan lucu," kata Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menerangkan, apabila ada masyarakat Jakarta yang tak suka dirinya bersama Djarot Saiful Hidayat kembali memimimpin Jakarta priode 2017-2022, cukup tidak usah memilih calon petahana pada Pilkada Jakarta 15 Februari 2017, sehingga tidak perlu lagi mengerahkan massa secara besar-besaran.
"Makanya sekarang kita ganti, yang sekali perang mati ratusan ribu dengan cara kertas suara. Kita nggak ada lagi zaman bawa-bawa massa. Semua tentukan (saat pilkada), istilahnya peluru digantikan suara," ucap Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis