Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menonaktifkan jabatan sembilan kader, di antaranya Fadel Muhammad.
Fadel telah mengonfirmasi jika dirinya diberhentikan dari jabatan Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar. Fadel mengungkapkan, alasan Golkar memecatnya, antara lain karena pernah meminta partai mengevaluasi dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menjelang pilkada Jakarta setelah muncul kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Ahok.
"Iya, saya dipecat oleh Pak Novanto dan Roem Kono. Karena dulu saya minta supaya Golkar menarik dukungan dari Ahok karena kasus Al Maidah," kata Fadel, Jumat (11/11/2016).
Sampai hari ini Fadil mengaku belum menerima surat pemberhentian dari jabatan struktural. Namun, dia sudah mendapatkan informasi bahwa surat tersebut telah diterbitkan DPP Partai Golkar.
"Saya lagi di Gorontalo, tapi katanya suratnya sudah ada di Jakarta," tuturnya.
Fadel tidak merinci siapa saja kader yang telah dipecat.
"Ada sembilan orang yang dipecat dan banyak juga yang berhenti dari Golkar, yaitu Gubernur Sulsel dan Gubernur Kaltim," kata dia.
Koordinator Bidang Polhukam DPP Golkar Yorrys Raweyai mengatakan selain karena pernah meminta Golkar mengevaluasi dukungan kepada Ahok, alasan pemberhentian Fadel adalah karena dia memilih mendukung istri sendiri, Hana Hasanah Shahab, untuk maju menjadi calon gubernur Gorontalo. Sementara, Partai Golkar mendukung Rusli Habibie. Hana merupakan kandidat yang didukung PDI Perjuangan
Setelah diberhentikan, kata Yorrys, posisi Fadel tetap anggota Partai Golkar.
"Dia hanya diberhentikan dari sebagai sekretaris dewan pembina. Bukan pemecatan. Jadi diganti aja posisinya," kata Yorrys.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis