Suara.com - Pengacara Ratna Sarumpaet, Habiburohkman, sampai hari ini mengaku tidak percaya Ratna berniat makar sehingga diciduk polisi, lalu ditetapkan menjadi tersangka.
"Rencana makar nanti kan nggak mungkin juga namanya makar itu setahu saya pakai kekuatan. Orang-orang ini tidak mempunyai kapasitas lakukan itu sehingga kalau memang pernyataan mereka keras ya belum tentu makar namanya," kata Habiburokhman di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (5/12/2016).
Ratna ditangkap bersama sepuluh tokoh lainnya pada Jumat (2/12/2016) pagi. Setelah itu, mereka dijadikan tersangka. Tuduhannya, usaha makar, penghinaan terhada Presiden, dan pelanggaran UU ITE.
Tiga tokoh yang kemudian ditahan yaitu Sri Bintang Pamungkas, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta Utara Jamran, dan Ketua Komando Barisan Rakyat Rizal Izal. Sedangkan tujuh tersangka lainnya dibebaskan yaitu Ketua Bidang Pengkajian Ideologi Partai Gerindra Eko Suryo Santjojo, mantan anggota staf ahli Panglima TNI Brigadir Jenderal (purn) Adityawarman Thaha, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Kivlan Zein, aktivis Solidaritas Sahabat Cendana Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, tokoh buruh Alvin Indra Al Fariz, dan aktivis Ratna Sarumpaet. Serta calon wakil bupati Bekasi Ahmad Dhani yang dikenakan dengan pasal dugaan penghinaan Presiden juga dibebaskan. Kemudian seorang lagi berinisial AF.
Menurut Habiburokhman tidak ada relevansinya tuduhan tersebut dengan kegiatan Ratna dan kawan-kawan.
"Jadi kita tidak ada relevansinya satu sama lain, misalnya surat penangkapan disebut tanggal 1 Desember kemungkinan merujuk pada acara preskon di Sari Pan Pasific, di situ kita beberapa teman nggak ada di situ nggak ada Ratna nggak nggak ada Kivlan," katanya.
Habiburokhman yang merupakan pimpinan di Partai Gerindra mengatakan sebagian tokoh yang ditangkap tidak menghadiri kegiatan yang selama ini dicurigai polisi.
"Kemudian tanggal 30 di UBK (Universitas Bung Karno), itu ada dua acara, ada acara seperti seminar dan ada rapat. Tidak semua orang hadir di kedua acara tersebut begitu juga keberadaan Ibu Ratna di Hotel Sari Pan Pacific juga nggak ada relevansinya dengan acara kemarin. Hari itu juga saya pagi-pagi di sana hotel itu penuh memang yang banyak mau ikut sholat Jumat di Monas," katanya.
Dia menduga polisi hanya menghubung-hubungkan kegiatan para tokoh dengan tuduhan makar.
Baca Juga: Ini Yang Bikin Kasus Ahok Menjadi Luar Biasa
"Jadi ini berbagai macam kebetulan, mungkin dirangkum sehingga seolah-olah ada relevansi satu sama lain. Itu yang kita mau buka, kita mau carikan benang merahnya sehingga orang-orang ini bisa bebas dari tuduhan makar," kata dia.
Habiburokhman menambahkan tim pengacara 11 tokoh kini tengah mempersiapkan upaya hukum.
"Pasti pasti jalur hukum, pasti kita tempuh dalam waktu dekat ini ini teman-teman ini partisipatif saya seperti saya di telepon saya datang Bang Yusril, pak Razman koordinasi melakukan yang terbaik buat mereka," kata dia.
Berita Terkait
-
Maia Estianty Singgung Ketenaran Gara-Gara Bikin Sensasi, Warganet Ramai Bawa Nama Mulan Jameela
-
Ahmad Dhani Ultah ke-54, Al Ghazali: Terima Kasih Jadi Sosok Kuat dan Sabar
-
Ahmad Dhani Ngaku Buaya Darat, Ingat Lagi Ucapan Mulan Jameela Pernah Puluhan Kali Diselingkuhi
-
Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
-
Air Mata Al Ghazali Bikin Ahmad Dhani Batal Ceraikan Mulan Jameela
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!
-
IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut
-
Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026
-
AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!
-
Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan
-
Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV