Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima para anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/12/2016). Pertemuan Jokowi dengan Komnas HAM ini menjelang hari HAM se-dunia yang bertepatan pada esok hari, Sabtu (10/12/2016).
"Besok, 10 Desember hari HAM se-dunia. Selamat merayakan hari HAM se-dunia untuk kita semua," Kata Muhamad Imdadun Rahmat, Ketua Komnas HAM dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Imdadun menuturkan, mengenai progress pemerintah dalam mewujudkan HAM di segala sektor.
"Bapak Presiden izinkan saya menyampaikan beberapa hal terkait dengan tugas pemerintah dalam mewujudkan HAM yang nyata dalam bentuk hak-hak ekonomi sosial budaya. Kemudian layanan pendidikan, layanan kesehatan, akses akan pangan dan perumahan, juga terkait dengan akses lapangan kerja," ujar dia.
Upaya itu, lanjutnya, harus terus dilakukan guna meningkatkan kehidupan masyarakat. Komnas HAM mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan HAM.
"Upaya ini akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Oleh karena itu, kami sangat menghargai dan berterima kasih atas upaya bersungguh-sungguh dan kerja keras dari pemerintah," tutur dia.
Dirinya menambahkan, Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yakni mengenai tingginya kematian Ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir.
"Oleh karena itu, akses kesehatan termasuk juga akses atas air bersih ini perlu menjadi catatan kita semua," tandas dia.
Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Menko Polhukam Wiranto dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly.
Baca Juga: Massa Demo Polda Minta Bebaskan 12 Tokoh, Lalu Penjarakan Ahok
Selain itu, sejumlah anggota Komnas HAM yang hadir adalah Nur Kholis, Ketua Dewan Penasihat Komnas HAm Jimly Asshiddiqie, praktisi hukum Todung Mulya Lubis dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir