Suara.com - Relawan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menyapa warga Bulak Indah, Gang Nuri, Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (21/12/2016).
Kempanye relawan Anies-Sandi kali ini terkesan berbeda dengan rutinitas kampanye yang mereka lakukan sebelumnya. Sebab, kampanye digelar di sebuah kolam pemancingan.
Sambil memancing, warga yang hadir tetap antusias menyimak pemaparan Anggota Presidium Relawan Anies-Sandi, Denny Iskandar.
Konsumsi yang disediakan juga terlihat sederhana. Sekedar camilan, kopi hitam, teh manis hangat, dan air minum dalam kemasan.
Saat mensosialisasikan 23 Janji Kerja Anies-Sandi, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu terlihat santai sambil sesekali bergurau.
Saat sesi tanya jawab, salah seorang warga menanyakan kapan Anies ataupun Sandi dapat langsung menyapa mereka.
"Kapan nih giliran Pak Anies dan Pak Sandi yang ke sini?" tanya salah seorang warga di sambil memancing.
Kepada masyarakat yang hadir, Denny mengatakan, pihaknya memang ingin menghadirkan Anies-Sandi, agar bisa langsung menyapa warga.
"Karena Jakarta cukup luas, banyak lokasi juga yang belum didatangi, dan waktu pemilihan sebentar lagi, kayaknya belum bisa Pak Anies atau Pak Sandi datang ke sini," kata Denny.
"Tapi semua tetap semangat kan, walaupun bukan Pak Anies dan Pak Sandi yang datang?" sambung Denny dengan pertanyaan.
"Semangat!" jawab kompak para peserta kampanye.
Usai menyampaikan visi-misi dan tanya jawab dengan warga, secara simbolis Denny menaburkan sejumlah ikan lele ke dalam kolam pemancingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus