Suara.com - Rumah Sakit Kartika Pulomas membeberkan kondisi 5 korban yang selamat dari pembunuhan sadis di Jalan Pulomas Utara nomor 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016). Mereka dalam kondisi baik.
Juru Bicara RS Kartika Pulomas, Said Rizal menjelaskan mereka yang sudah ditangani adalah Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy.
"Kondisi korban saat ini dalam penangan yang Rumah Sakit, kondisi cukup membaik dengan tenaga medis kami yang kompeten," ujar Said dalam jumpa pers di Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).
Said menjelaskan bahwa lima korban telah ditangani dokter-dokter yang kompeten dalam menangani 5 korban pembunuhan sadis.
"Semua dalam kondisi membaik karena telah ditangani dokter dikter yang kompeten di sini. Semua kita arahkan ke dokter spesili penyakit dalam dan sejawatnya. Kondisi semua dalam keadaan baik. Sekitar 80-90 persen membaik, kemarin dibawahnya, sekarang membaik. Secara psikologis kita tangani," ucap dia.
Sebelas orang disekap di kamar mandi rumah Dodi sejak Senin (26/12/2016) dan baru ditemukan Selasa pagi (27/12/2016).
Enam orang meninggal dunia dalam peristiwa itu. Keenam korban meninggal yaitu Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri (16 tahun, anak Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun, anak Dodi), Calista Putri Pahlevi atau Amel (10 tahun, teman anak Dodi), Yanto dan Tasrok (40). Yanto dan Tasrok adalah supir.
Sementara tiga korban tewas, telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Tiga Jenazah yang dimakamkan di TPU Tanah Kusir yakni Dodi Triono, Diona Arika Andra Putri (16 tahun, anak Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun, anak Dodi).
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri
-
Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA
-
Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri
-
KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim