Erlinda Komnas Perlindungan Anak
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda kembali menyambangi Rumah Sakit Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016). Erlinda berkomitmen untuk ikut berkontribusi dalam proses penanganan kasus pembunuhan sadis di rumah Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur.
"KPAI juga menghadirkan tim dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Tujuan LPSK dihadirkan adalah untuk memberikan perlindungan terhadap saksi dari ancaman teror," ujar Erlinda.
Selain berkoordinasi dengan LPSK, Erlinda juga berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pusat Perlayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak, tim psikolog dari pemerintah Jakrta serta interpreter.
"KPAI juga menghadirkan tim dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. Tujuan LPSK dihadirkan adalah untuk memberikan perlindungan terhadap saksi dari ancaman teror," ujar Erlinda.
Selain berkoordinasi dengan LPSK, Erlinda juga berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pusat Perlayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak, tim psikolog dari pemerintah Jakrta serta interpreter.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebelas korban ditemukan di dalam kamar mandi rumah Dodi. Enam orang meninggal dunia, yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16 tahun, anak Dodi), Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun, anak ketiga Dodi), Amalia Calista Putri Pahlevi atau Amel (10 tahun, teman Dianita), Sugiyanto, dan Tasrok (40). Sugiyanto dan Tasrok adalah supir.
Kemudian, lima korban lainnya selamat, yaitu Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13 tahun, anak ketiga Dodi), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy.
Kedatangan Erlinda kali ini ingin memastikan Zanette dan empat korban lainnya dapat memberikan keterangan kepada penyidik untuk memecahkan misteri pembunuhan tersebut. Selain itu, KPAI ingin membuat mereka merasa aman karena kini posisi mereka sangat penting.
"Selain itu KPAI ingin memastikan apakah Anet (Zanette) bersedia untuk berkoordinasi memberikan keterangan dalam upaya penegakan hukum dan proses penyidikan dari kasus ini, karena Anet masih berusia 13 tahun dan empat saksi lain yang masih hidup adalah orang dewasa," kata dia.
Erlinda mengatakan akan mengecek kehadiran interpreter dan psikolog yang menangani korban selama, khususnya Zanette, di Rumah Sakit Kartika.
"Anet sudah mengatakan bahwa orang-orang ini jahat. Ketika menceritakan detail peristiwa penyanderaan dan pembunuhan, Anet tidak terlihat seperti orang yang menyandang disabilitas, karena Anet menceritakan detail-detail peristiwa dengan suara yang lantang dan cukup jelas. Interpreter diharapkan dapat membantu memastikan pernyataan-pernyataan jika Anet menceritakan kembali peristiwa tersebut," kata Erlinda.
Kemudian, lima korban lainnya selamat, yaitu Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13 tahun, anak ketiga Dodi), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy.
Kedatangan Erlinda kali ini ingin memastikan Zanette dan empat korban lainnya dapat memberikan keterangan kepada penyidik untuk memecahkan misteri pembunuhan tersebut. Selain itu, KPAI ingin membuat mereka merasa aman karena kini posisi mereka sangat penting.
"Selain itu KPAI ingin memastikan apakah Anet (Zanette) bersedia untuk berkoordinasi memberikan keterangan dalam upaya penegakan hukum dan proses penyidikan dari kasus ini, karena Anet masih berusia 13 tahun dan empat saksi lain yang masih hidup adalah orang dewasa," kata dia.
Erlinda mengatakan akan mengecek kehadiran interpreter dan psikolog yang menangani korban selama, khususnya Zanette, di Rumah Sakit Kartika.
"Anet sudah mengatakan bahwa orang-orang ini jahat. Ketika menceritakan detail peristiwa penyanderaan dan pembunuhan, Anet tidak terlihat seperti orang yang menyandang disabilitas, karena Anet menceritakan detail-detail peristiwa dengan suara yang lantang dan cukup jelas. Interpreter diharapkan dapat membantu memastikan pernyataan-pernyataan jika Anet menceritakan kembali peristiwa tersebut," kata Erlinda.
Komentar
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan