Suara.com - Pemerintahan Obama telah memasukkan lima orang Rusia yang menonjol dalam daftar hitam Amerika Serikat (AS). Aksi ini dilakukan hanya 11 hari sebelum ia meninggalkan kantor.
Kepala penyelidik federal Alexander Bastrykin dan dua lelaki di Inggris diketahui sebagai pembunuhan pembangkang Rusia, Alexander Litvinenko, masuk ke daftar tersebut. Sanksi datang di tengah hubungan yang memburuk, termasuk dugaan campur tangan Rusia untuk mempengaruhi pemilu AS.
Para pejabat AS mengatakan, sanksi tidak berhubungan dengan dugaan peretasan tetapi berada di bawah hukum 2012 yang dirancang untuk menghukum pelanggar hak asasi manusia.
Pertikaian diplomatik kedua negara terus memanas. Langkah ini bisa menjadi tindakan terakhir melawan Rusia sebelum pemerintahan Obama usai.
Kelima orang yang akan masuk daftar hitam adalah:
1. Alexander Bastrykin, seorang pembantu dekat Presiden Vladimir Putin dan kepala lembaga investigasi federal, yang telah memimpin kampanye melawan pembangkang dalam negeri dan LSM asing yang bekerja di Rusia. Para pejabat AS mengatakan bahwa dia terlibat dalam kasus Magnitsky
2. Gennady Plaksin, mantan kepala Universal Bank Tabungan dan Stanislav Gordiyevsky, mantan pejabat badan investigasi. Keduanya dikatakan terlibat dalam menutupi kematian Magnitsky.
3. Andrei Lugovoi dan Dmitry Kovtun, tersangka utama dalam aksi pembunuhan mantan agen KGB dan London pengasingan Alexander Litvinenko pada tahun 2006
Litvinenko di sebuah hotel di London. Keduanya menyangkal terlibat dalam pembunuhan itu dan upaya untuk mengekstradisi orang ke Inggris telah gagal.
Bulan lalu, Washington mengusir 35 diplomat Rusia menyusul tuduhan oleh intelijen AS bahwa Rusia telah memerintahkan peretasan email Partai Demokrat untuk merusak saingan Trump, Hillary Clinton.
Baca Juga: Kampanye Ahmad Dhani Sepi, Mulan Jameela Di-bully Lagi
Rusia membantah tuduhan tersebut dan sejauh ini belum menanggapi pengusiran. [BBC]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!