Suara.com - Uni Emirat Arab, salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah, membela kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump dan mengatakan bahwa larangan terhadap warga tujuh negara berwarga mayoritas muslim untuk masuk ke AS bukan untuk menyerang Islam.
"Mayoritas umat Islam dan negara-negara muslim tidak terpengaruh larangan ini," kata Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Sheikh Abdullah bin Zayed dalam sebuah jumpa pers di Abu Dhabi, Rabu (1/2/2017).
"Kebijakan ini hanya sementara, yang akan dievaluasi dalam tiga bulan. Poin-poin ini penting untuk diingat," imbuh dia.
Jika Uni Emirat Arab secara terbuka membela Trump, sekutu-sekutu AS di Timur Tengah lainnya seperti Arab Saudi dan Mesir masih bungkam. Protes sejauh ini datang dari negara-negara Barat seperti Jerman dan Kanada serta juga dari publik AS sendiri.
Adapun dalam kebijakannya Trump melarang warga negara Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman untuk memasuki AS selama 90 hari.
"Semua negara punya hak untuk membuat keputusan yang berdaulat," tegas Sheikh Abdullah, yang juga anggota keluarga kerajaan yang memerintah di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab.
"Kami juga tahu bahwa beberapa negara dalam daftar itu masih menghadapi masalah di dalam negerinya sendiri dan mereka harus memperbaiki masalah situasi dalam negerinya sebelum mengajukan protes pada AS," imbuh dia. (Bloomberg)
Berita Terkait
-
Isu Rudal Menipis di Perang Iran, Donald Trump Kasih Kejutan Kondisi Tentara AS Versi Dia Sendiri
-
Perang di Selat Hormuz Berpotensi Mereda dalam 48 Jam Jika AS - Iran Tak Batal Damai
-
Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
Info Orang Dalam: Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Trump Siap Pasang Badan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung