Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku, belum mendapatakan laporan adanya dugaan gangguan keamanan di Pilkada Serentak yang dilaksakan di 101 daerah di Indonesia.
"Sampai hari ini, kita belum dapatkan laporan adanya insiden yang berarti dari semua wilayah seluruh Indonesia," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu (15/2/2017).
Dia juga mengatakan, pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta di sejumlah tempat pemungutan suara juga belum ada indikasi gangguan keamanan.
"Sampai hari ini, Jakarta juga sama. Tidak ada informasi yang gangguan gangguan yang signifikan," ujarnya.
Namun demikian, Tito menyampaikan, masih ada sedikit kendala logistik Pilkada yang terjadi di beberapa daerah terpencil seperti di Papua. Adanya kendala penyerahan logistik tersebut karena kondisi medan yang sulit dilalui menggunakan kendaraan. Karena kesulitan menyampai lokasi, kata Tito terpaksa logistik tersebut diangkut dengan cara dipanggul.
"Ada mungkin beberapa wilayah yang bermasalah letaknya, bermasalah surat suaranya yang di gunung gunung di Papua, ada beberapa tempat diduga kabupaten di gunung tuh kan. Ada beberapa tempat yang masih karena memang kerjanya luar biasa. Itu kotak harus dibawa di tempat tempat terpencil harus dibopong," kata Tito.
Untuk memastikan Pilkada Serentak aman, Kapolri bersama Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan dan rombongan anggota DPR RI melakukan pemantauan di sejumlah TPS. Adapun TPS yang dipantau diantaranya tempat pencoblosan yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas