Ilustrasi Firza Husein. (Suara.com)
Pengacara tersangka Firza Husein yakin Polda Metro Jaya akan menghentikan proses penyidikan kasus dugaan pemufakatan makar yang menjerat Firza.
"Kami berpendapat bahwa bukti kami ini memang menguatkan bahwa tidak terbukti untuk melakukan tindak pidana yang dituduhkan, itu saja sebenarnya," kata pengacara Firza, Azis Yanuar, kepada Suara.com, Jumat (3/3/20117).
Menurut Azis alat bukti yang dimiliki penyidik untuk menjerat Firza tidak kuat. Bukti-bukit tersebut, antara lain hanya isi percakapan dan foto yang tersimpan dalam telepon genggam Firza.
"Hanya handphone saja dan foto dengan siapa-siapa. Sudah lama dikasih ke polisi," kata dia.
Meski menilai bukti lemah, pengacara Firza tidak akan mendesak polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan. Soalnya, memang mereka tidak punya hak.
"Kami nggak ada permintaan atau mendesak kepada polisi, yang jelas kami menunggu saja proses dari polisi. Polisi mau memeriksa, ya kita penuhi bukti-bukti," kata dia. "Ya itu kan wewenang polisi ya untuk memproses itu, bagaimana sampai mana dan mekanismenya bagaimana. Kalau memang proses hukum nggak terbukti, ya di SP3, tapi kalau terbukti ya dilanjutkan, gitu saja."
Firza sempat meringkuk di rumah tahanan Markas Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Akhirnya dia bebas secara bersyarat setelah permohonan penangguhan penahanan dikabulkan Polda Metro Jaya.
"Kami berpendapat bahwa bukti kami ini memang menguatkan bahwa tidak terbukti untuk melakukan tindak pidana yang dituduhkan, itu saja sebenarnya," kata pengacara Firza, Azis Yanuar, kepada Suara.com, Jumat (3/3/20117).
Menurut Azis alat bukti yang dimiliki penyidik untuk menjerat Firza tidak kuat. Bukti-bukit tersebut, antara lain hanya isi percakapan dan foto yang tersimpan dalam telepon genggam Firza.
"Hanya handphone saja dan foto dengan siapa-siapa. Sudah lama dikasih ke polisi," kata dia.
Meski menilai bukti lemah, pengacara Firza tidak akan mendesak polisi segera menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan. Soalnya, memang mereka tidak punya hak.
"Kami nggak ada permintaan atau mendesak kepada polisi, yang jelas kami menunggu saja proses dari polisi. Polisi mau memeriksa, ya kita penuhi bukti-bukti," kata dia. "Ya itu kan wewenang polisi ya untuk memproses itu, bagaimana sampai mana dan mekanismenya bagaimana. Kalau memang proses hukum nggak terbukti, ya di SP3, tapi kalau terbukti ya dilanjutkan, gitu saja."
Firza sempat meringkuk di rumah tahanan Markas Korps Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Akhirnya dia bebas secara bersyarat setelah permohonan penangguhan penahanan dikabulkan Polda Metro Jaya.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno