Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara melakukan pertemuan dengan para menteri Arab Saudi di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2017) siang.
Pertemuan itu berlangsung disela-sela pertemuan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud bersama Presiden Joko Widodo dengan para tokoh lintas agama di hotel yang sama.
Rudiantara menceritakan, ada yang menarik bagi dia saat berbicara dengan Menteri Komunikasi Arab Saudi, Adel al-Toraifi. Menteri Komunikasi Arab ini masih muda dan pernah menjadi jurnalis.
"Saya bertemu dengan Menteri Adel Al Toraifi, ini menterinya masih muda, berusia 39 tahun. Dulunya jurnalis dan ahli Iran, ini unik dan menarik bagi kita," kata Rudiantara.
Dalam pertemuan itu, kata dia, membahas mengenai mulai terbukanya kebebasan pers di Arab Saudi. Rudiantara menjelaskan, di Indonesia sudah reformasi dan ada Undang-Undang pers, sehingga tidak ada lagi kontrol dari pemerintahan.
"Saya jelaskan itu, kaget juga mereka," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Rudiantara juga menyampaikan bahwa Indonesia pada Mei mendatang akan menjadi tuan rumah World Press Freedom Day (WPFD) yang telah disepakati bersama-sama komunitas pers internasional.
"Kita kan dua hari terakhir ini di media massa headline (berita) antara Pak Jokowi dengan Raja Salman, ini yang harus di monetize dengan proyek-proyek yang sudah ada ditandatangani dari waktu ke waktu," tutur dia.
Dia menambahkan, pemerintah Arab Saudi pun tertarik dengan konsep Indonesia dalam menata industri pers. Ada Dewan Pers yang menyelesaikan sengketa pers dengan pemerintah atau publik, dan Undang-undang Pers sebagai aturan.
Baca Juga: Lagi, Anies-Sandi Dapat Dukungan di Pilkada Putaran Kedua
Bahkan UU Pers ini satu-satunya UU yang tidak punya peraturan pemerintah (PP), tidak ada peraturan menteri (permen).
"Saya katakan kita harus bisa maintenance (memelihara) itu. Karena begitu ada PP, pers diatur oleh pemerintah. Padahal kita tidak ingin adanya intervensi seperti zaman pemerintah dahulu (era Orde Baru)," terang dia.
Terkait hal itu, kata Rudiantara, pemerintah Arab Saudi tertarik dengan konsep kebebasan pers di Indonesia dan ingin belajar.
"Mereka mau belajar tentang itu, dan mereka mau mengirim utusan khusus ke acara World Press Freedom Day. Tapi mereka terbuka," tutur Rudiantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing