Suara.com - Warga Jakarta Selatan, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi harus mewaspadai potensi hujan sedang disertai kilat dan petir dan angin kencang dari Rabu siang, sore hingga malam.
Laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (8/3/2017) dinihari, seperti dikutip dari Antara, menyebutkan bahwa prakiraan cuaca untuk wilayah Bekasi pada siang hari hujan sedang sedangkan pada malam hari berawan tebal dengan suhu 23-32 derajat Celcius.
Di Bogor, pada siang hari hujan petir dan malamnya hujan lokal dengan suhu dikisaran antara 22 sampai 29 derajat Celcius, Depok pada siang hari hujan petir dan malam hari hujan lokal dengan suhu 23-31 derajat Celcius, Jakarta Selatan siang hari diguyur hujan sedang pada malam hari sampai dinihari diprakirakan berawan tebal dengan suhu 23-32 derajat Celcius.
Tangerang pada siang hari diprakirakan hujan petir, malam hari berawan tebal dan dinihari hujan lokal dengan suhu 23-31 derajat Celcius.
Sebelumnya, Sejumlah wilayah di Jakarta, tergenang air setelah hujan lebat mengguyur sejak Selasa (7/3) sore dengan kedalaman antara 20 centimeter sampai 50 centimeter.
Twitter resmi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI Jakarta, Rabu dinihari, untuk kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, sebanyak lima RT yang tergenang air akibat luapan Kali Grogol.
RT 007/07 dengan kedalaman 30-40 centimeter, RT06/07 50 sampai 60 centimeter, RT02/010 20-30 sentimeter, RT01/010 60-70 centimeter, RT012/01 50 centimeter.
Kendati demikian, dilaporkan belum ada warga yang mengungsi akibat genangan air tersebut.
Dilaporkan pula, genangan terjadi di RW03 Kelurahan Cipinang Melayu, akibat luapan kali Sunter dan Cipinang.
Baca Juga: BMKG Perkirakan Cuaca Jabodetabek Hari Ini Hujan Ringan
"Akibat kenaikan Ciliwung," demikian pernyataan twitter.
Sementara itu, ketinggian muka air di Bendungan Katulampa, Bogor pada pukul 02.00 WIB 60 centimeter atau menurun dibandingkan pukul 00.00 WIB dan 01.00 WIB setinggi 90 centimeter.
Pintu Air Manggarai pada pukul 02.00 WIB masih 700 centimeter sedangkan pada pukul 00.00 WIB 675 centimeter dan 01.00 WIB 685 centimeter.
Sementara itu, warga Jakarta Barat diimbau untuk berhati-hati akan genangan mengingat Pintu Air Angke Hulu dinyatakan Siaga 3 karena ketinggian permukaan air 210 centimeter pada pukul 02.00 WIB sedangkan pada pukul 00.00 WIB 205 centimeter. Kondisi cuaca sendiri mendung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan