Suara.com - Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo membantah akan melaporkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan ke Badan Reserse Kriminal Polri. Bambang meluruskan orang yang akan dia laporkan yaitu anggota Komisi V dari Fraksi Hanura Miryam S. Haryani.
"Bukan Novel, Miryam saja, karena Novel itu kan hanya mengutip kata-kata Miryam. Jadi saya sedang pertimbangkan untuk melaporkan Miryam yang ngomongnya ngawur itu," kata Bambang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).
Pernyataan Miryam disampaikan kepada penyidik ketika pertamakali diperiksa sebagai saksi kasus korupsi e-KTP pada 1 Desember 2016. Miryam mengaku diancam oleh anggota DPR periode 2009-2014: Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond Junaidi Mahesa, Masinton Pasaribu, dan Syarifuddin Sudding. Miryam, katanya, diancam agar tidak mengungkapkan adanya pembagian uang proyek.
Bambang sudah meminta rekaman pernyataan Miryam dari KPK untuk dijadikan alat bukti.
"Apakah Miryam mengucapkan kata-kata itu, dan itu akan menjadi alat bukti yang akan kami gunakan untuk melapor ke Bareskrim," kata Bambang.
Bambang membantah pernah mengancam Miryam agar jangan membocorkan pembagian uang.
"Tidak benar. Saya nggak pernah berhubungan dengan yang bersangkutan, komisinya lain, makanya saya kaget, teman-teman juga kaget, kok kami disangkut pautkan," katanya.
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, ketika itu, Miryam kemudian mencabut semua keterangannya dalam berita acara pemeriksaan. Miryam mengaku diintimidasi tiga penyidik KPK dalam pemeriksaan agar berbicara.
Berita Terkait
-
Praperadilan Paulus Tannos dalam Kasus E-KTP Ditolak Hakim, Ini Alasannya
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing