Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan TB Hasanuddin menyadari sebuah organisasi perlu adanya regenerasi yang baik.
Hal itu menanggapi keinginan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk segera pensiun dari jabatannya sebagai pimpinan partai berlambang banteng itu.
"Statement Ibu Mega itu dalam konteks tugas sikap legowo untuk menyampaikan tongkat kepemimpinan dan itu karakter pemimpin yang baik," kata Hasanuddin di DPR, Jakarta, Selasa (4/4/2017).
Dia pun menyadari peralihan kepimpinan ini tidak mudah. Karenanya, perlu persiapan secara khusus yang terbuka supaya pergantian ini bisa menyatukan semua pihak.
"Saya kira itu harus ada soft landing. Iya tetap dibutuhkan kaderisasi tetapi juga dibutuhkan ketokohan komplilasi. Kedua itulah itu membutuhkan struktur yang baik. Sehingga kompilasi, kaderisasi muda dan generasi lama, bisa menyatu semua," kata Hasanuddin.
Wakil Ketua Komisi I DPR ini menambahkan, sosok Soekarno menjadi hal yang penting untuk PDI Perjuangan. Sebab, kata dia, PDI Perjuangan secara historis dan ideologis memiliki kedekatan dengan trah Soekarno.
"Kalau menurut hemat saya, bagaimanapun trah Soekarno di PDI Perjuangan memgang peran secara historis dan idelogis, jangan dilupakan," tutur dia.
Perlu diketahui, Megawati menyampaikan keinginan pensiunnya ketika menghadiri acara peresmian kantor DPP Banteng Muda Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).
"Saya sendiri suka berkata pada diri saya, mereka itu kok nggak kapok-kapokya, sebetulnya sudah dari tahun lalu sudah bikin pensiun. Karena tidak mudah apalagi seorang wanita menjadi ketua umum partai di Republik ini," ujar Megawati.
Baca Juga: Gerindra Akui Jokowi Pantas Gantikan Megawati Sebagai Ketum PDIP
Megawati mengungkapkan ada kader yang yang mempertanyakan kenapa Megawati selalu menjadi calon tunggal ketua umum PDI Perjuangan.
Megawati memaparkan proses pemilihan ketua umum PDI Perjuangan dimulai dari suara kader paling bawah, kemudian dikerucutkan ke anak ranting, pengurus anak cabang, dewan pimpinan cabang, dan sampai ke daerah.
Megawati menegaskan proses pemilihan ketua umum selama ini tidak menggunakan money politic.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Life Update di Media Sosial: Cara Gen Z Saling Berkabar di Era Digital
-
Mengurai Mitos, Ritual Sesat, dan Pengusiran Setan di Film The Tao Exorcist
-
5 Sneakers Hype Terbaik 2026, Ada yang Lebih Worth dari Adidas Samba
-
Pria di Medan Ditangkap gegara Jual Video Porno Sesama Jenis Lewat Aplikasi
-
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing untuk Taklukkan Bara di Gunung Bromo
-
Prabowo Didesak Alihkan Kasus Febrie ke KPK, Penanganan Kejagung Dinilai Tak Profesional
-
Mazda Pajang Lima Instalasi Seni Berbahan Daur Ulang di GIIAS 2026
-
Aksi Bek Vietnam Cium Jimat Kim Sang-sik Usai Gulung Timnas Indonesia 3-0
-
Sidang Lanjutan Banding Nadiem Digelar 12 Agustus, 2 Saksi dari GoTo Akan Diperiksa
-
Uang Cash Mulai Jarang di Dompet: Siapkah Kita Menjadi Masyarakat Cashless?