Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan tidak ada istilah pensiun di dunia politik. Istilah pensiun, menurut dia, hanya berlaku di birokrasi pemerintahan.
"Pensiun kalau PNS atau birokrat, kalau politisi negarawan itu tidak ada pensiunnya," kata Andreas kepada Suara.com, Senin (3/4/2017).
Andreas mendoakan Megawati agar senantiasa semangat dan kuat memimpin PDI Perjuangan dan menjadi negarawan. Dengan demikian, mantan presiden tersebut tetap dapat berkontribusi untuk bangsa.
"Kalau kader pasti berharap dan mendoakan yang terbaik untuk Ibu Mega dan untuk partai," kata anggota Komisi I DPR.
Pernyataan Andreas menanggapi pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mengungkapkan keinginan untuk pensiun dari politik sejak dari tahun yang lalu. Tapi, keinginan tersebut terkendala karena kader tetap memilihnya menjadi ketua umum. Pernyataan tersebut disampaikan Megawati ketika menghadiri acara peresmian kantor DPP Banteng Muda Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2017).
"Saya sendiri suka berkata pada diri saya, mereka itu kok nggak kapok-kapokya, sebetulnya sudah dari tahun lalu sudah bikin pensiun. Karena tidak mudah apalagi seorang wanita menjadi ketua umum partai di Republik ini," ujar Megawati.
Megawati mengungkapkan ada kader yang yang mempertanyakan kenapa Megawati selalu menjadi calon tunggal ketua umum PDI Perjuangan.
Megawati memaparkan proses pemilihan ketua umum PDI Perjuangan dimulai dari suara kader paling bawah, kemudian dikerucutkan ke anak ranting, pengurus anak cabang, dewan pimpinan cabang, dan sampai ke daerah.
Megawati menegaskan proses pemilihan ketua umum selama ini tidak menggunakan money politic.
Berita Terkait
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
KPK Bantah Minta CCTV Rumah Ono Surono Dimatikan Saat Penggeledahan
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik
-
Pengamat: Dasco Baca Situasi Dunia, Maka Jadi 'Arsitek Pertemuan' Prabowo-Mega
-
Diplomasi Hangat 2,5 Jam di Teuku Umar: Megawati dan Ramos-Horta Perkuat Persaudaraan RI-Timor Leste
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya