Kader Golkar kumpul menanti real count [suara.com/Insan Akbar Krisnamusi]
Hasil hitung cepat (quick count) sementara yang dilakukan sejumlah lembaga survei memperlihatkan pasangan calon gubernur Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul atas lawannya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Rabu (19/4/2017).
Partai Golkar yang mengusung Ahok-Djarot pun mengajak kader dan relawan untuk mereka berdoa agar hasil akhir penghitungan suara berkata lain.
Partai Golkar yang mengusung Ahok-Djarot pun mengajak kader dan relawan untuk mereka berdoa agar hasil akhir penghitungan suara berkata lain.
"Melihat perkembangan data quick count sampai saat ini, maka saya ajak rekan-rekan di sini menundukkan kepala, berdoa, agar pasangan calon yang diusung Partai Golkar dapat memenangkan pilkada Jakarta pada hari ini dan aspirasi warga Jakarta seutuhnya," kata Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Fayakhun Andriadi di kantor DPD Partai Golkar Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat.
Saat ini, Partai Golkar bersama lembaga Cyrus Network tengah memproses hasil real count.
"Berdasarkan pengalaman di putaran pertama, perhitungan suara masuk di real count akan lebih dari 96 persen si atas jam 17:00 WIB," kata Andriadi.
"Berdasarkan pengalaman di putaran pertama, perhitungan suara masuk di real count akan lebih dari 96 persen si atas jam 17:00 WIB," kata Andriadi.
Hasil quick count sementara sejumlah lembaga survei hingga pukul 15.02 WIB menunjukkan sebagai berikut:
Ahok-Djarot
Populi Center : 42.10 persen
Ahok-Djarot
Populi Center : 42.10 persen
LSI : 44,3 persen
Polmark : 42,89 persen
SMRC : 41,77 persen
Anies-Sandiaga
Populi Center : 57.90 persen
LSI : 55,7 persen
Polmark : 57,11 persen
SMRC : 58,23 persen
Polmark : 42,89 persen
SMRC : 41,77 persen
Anies-Sandiaga
Populi Center : 57.90 persen
LSI : 55,7 persen
Polmark : 57,11 persen
SMRC : 58,23 persen
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?