Suara.com - Mantan juara MotoGP asal AS Nicky Hayden meninggal dunia akibat kerusakan otak beberapa hari setelah ia ditabrak mobil saat bersepeda di timur Italia, demikian dilaporkan media Italia pada Senin (22/5/2017). Belum ada konfirmasi resmi dari tim Red Bull Hondanya atau rumah sakit yang merawatnya. Juru bicara untuk rumah sakit Maurizio Bufalini di Cesene mengatakan pernyataan resmi akan segera dikeluarkan.
Hayden (35) tertabrak mobil saat berlatih dengan menggunakan sepedanya di Pesisir Adriatic Italia, dampak benturan itu sampai merusak kaca mobil.
Buletin medis terkini dari rumah sakit tersebut, tertanggal 20 Mei, mengatakan Hayden masih berada dalam kondisi kritis. Rumah sakit sebelumnya telah mengatakan ia mengalami kerusakan otak serius akibat kecelakaan ini.
Para dokter mengatakan juara MotoGP 2006 ini, yang memiliki julukan "The Kentucky Kid," dalam kondisi koma. Tunangan Hayden, Jackie, telah mendampinginya bersama saudara kandungnya Tommy dan ibunya Rose yang terbang dari AS.
Hayden terakhir kali membalap pada kejuaraan MotoGP di Spanyol pada September 2016 sebagai pengganti untuk pebalap asal Australia Jack Miller yang cedera di tim satelit Marc VDS Honda. Ia tampil pada 216 balapan antara 2003 dan 2015, dengan catatan tiga kemenangan.
Sejumlah surat kabar Italia melaporkan pada Senin bahwa para penyelidik telah menemukan video kecelakaan itu dari kamera di sebuah rumah yang menghadap ke jalan.
Mereka mengatakan gambar-gambar yang ada mengindikasikan Hayden tidak dapat berhenti di persimpangan jalan dan terhantam mobil yang sedang melaju.
Belum ada konfirmasi terhadap laporan-laporan tersebut dari para penyelidik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
Terkini
-
Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah
-
Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK
-
Kabar Gembira bagi Driver Ojol! Gojek-Grab Turunkan Potongan Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli
-
Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah
-
KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo
-
Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
-
Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan
-
Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah
-
Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem
-
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana