Suara.com - Polres Metro (Polrestro) Bekasi, Jawa Barat, mengumumkan Geng motor Tambun 45 secara resmi dibubarkan, karena dinilai telah meresahkan warga.
"Namun dalam hal ini, anggota geng motor tersebut harus dilakukan pembinaan berkala agar tidak mengulang kesalahan yang sama" kata Kepala Polres Metro Bekasi, Kombespol Asep Adi Saputra di Kabupaten Bekasi, Senin (5/6/2017).
Menurut dia, geng motor Tambun 45 sering kali berbuat anarkis di daerah Jakarta dan Bekasi. Namun aksi mereka tak jarang pada daerah-daerah perbatasan dan melengkapi dirinya dengan senjata tajam seperti samurai dan golok.
Dalam pembubaran ini dimaksud agar embrio-embrio kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak muda atau usia-usia yang belum masuk kategori dewasa bisa terkikis dari awal dengan cara memecah belah wadah-wadah mereka.
Selain itu juga memberikan beberapa pencerahan agar tindakan anarkis anak muda tidak terulang kembali. Tetapi bila masih dilakukan maka akan melakukan penindakan menurut hukum yang berlaku.
Ia menambahkan dalam pembubaran ini harus segera dilakukan mengingat banyaknya laporan dari masyarakat dengan ulah geng motor.
Selain itu, dalam aksi anarkis anak muda seringkali melakukan dengan membabi buta dengan tidak lagi mementingkan kepentingan bersama atau umum.
Dan juga dengan adanya geng motor ini sudah meresahkan masyarakat dan merupakan gangguan ketertiban sekitar.
Sementara itu, Kepala Polsek Tambun, Kompol Bobby Kusumawardhana membenarkan jika telah menindaklanjuti arahan dari Kapolres untuk membubarkan kelompok Tambun 45.
Baca Juga: Diinterogasi, Jawaban Anggota Geng Motor Ini Bikin Merinding
Selain itu juga terus menjalin berkomunikasi dengan ketuanya. Tetapi dalam hal ini Polsek Tambun dan Polres Metro Bekasi sebagai penasehat untuk menjadikan geng motor yang berbeda.
"Secara resmi mereka sudah membubarkan diri dan kita memang kita menyarankan mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bagus atau positif saja apalagi ini bulan Ramadhan semisal kegiatan sosial dan lain sebagainya," kata dia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan