Suara.com - Kepolisian Resor Jakarta Selatan akhirnya bisa mengungkap geng motor sekaligus pelaku penganiayaan secara acak di Jalan Lenteng Agung, Jagakarsa, Februari 2017, yang videonya viral di media-media sosial.
Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan mengatakan, tujuh orang diduga pelaku sudah ditangkap.
"Kami sudah amankan. Ada tujuh orang. Anak-anak semua. Masih berusia usia muda semua, antara 14 tahun sampai 16 tahun," kata Iwan di Polres Jakarta Selatan, Rabu (31/5/2017).
Setelah diperiksa, kata dia, dua dari tujuh terperiksa dijadikan tersangka, yakni MRA dan EA. Keduanya menjadi tersangka karena membawa senjata tajam dan stik golf seperti dalam rekaman video.
Iwan menuturkan, ketujuh orang tersebut sebenarnya bukan geng motor seperti yang menjadi judul video viral.
"Mereka itu bukan geng motor. Mereka itu malah mencari geng motor yang melewati daerah itu. Tapi semua masih kami dalami," ujar Iwan.
Adapun barang bukti yang telah diamankan adalah, satu clurit dan satu stik Golf digunakan untuk melukai korbannya.
Sebelumnya, video di media sosial facebook itu viral pada Selasa (23/5/3017). Dalam video berdurasi 1 menit 46 detik, tampak sekelompok remaja bergerombol di pinggir jalan sambil menunggu pengendara motor melintas.
Dalam video itu, mereka juga tampak membawa sejumlah senjata tajam. Saat para pengendara motor melintas, mereka melakukan penyerangan.
Baca Juga: Tulis Bom Kampung Melayu Rekayasa Polisi, Ahmad Ditahan Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor