Suara.com - Sebanyak 5 mobil terseret arus banjir bandang di Komplek Perumahan Pesona Intan di Kecamatan Tarogong Kaler dan Rama Cipta di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (5/6/2017) malam.
Hingga Selasa (6/6/2017) siang kondisi mobil yang terseret arus banjir masih dibiarkan, belum ada upaya evakuasi ke tempat yang lebih aman. Lima unit mobil itu, satu di antaranya jenis Avanza terseret banjir sejauh 200 meter di Komplek Perumahan Pesona Intan.
Selanjutnya empat unit mobil yang terseret dan mengalami kerusakan terjadi di Perumahan Rama Cipta, Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul.
"Ada empat mobil yang rusak di sini," kata Letnan Satu Inf Anwar di sela-sela kegiatan membantu membersihkan material sisa banjir di Perumahan Rama Cipta.
Ia mengatakan, telah menerjunkan puluhan anggota Yonif Raider Cibuluh untuk membantu membersihkan daerah yang terdampak banjir di Perumahan Rama Cipta dan Pondok Pesantren Persis Rancabango. Di lokasi terdampak banjir terdapat mobil mengalami kerusakan akibat terserset banjir.
Selain mobil, kata dia, ditemukan ada lima unit sepeda motor yang juga rusak terseret banjir, bahkan satu unit sepeda motor sampai masuk ke dalam gorong-gorong.
"Ada lima unit motor yang rusak terbawa arus," kata Anwar didampingi Letnan Satu Inf Rendi Hardika.
Sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah perkotaan Kabupaten Garut, Senin malam, menyebabkan air Sungai Ciojar dan Sungai Cikamiri meluap.
Akibatnya pemukiman penduduk, jalan raya terendam banjir, hingga akhirnya air surut, Selasa dini hari. (Antara)
Baca Juga: Banjir Garut Batalkan Ujian Santri di Pesantren Persis Rancabango
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat