Suara.com - Gedung Kantor BPS Kesehatan, Jalan Hasanudin, Kota Kediri, Jawa Timur, terbakar Kamis (15/6/2017) pagi. Sejumlah dokumen penting ikut terbakar.
Informasi yang dihimpun, musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 03.20 WIB. Saat itu, api terlihat muncul dari dalam kantor dan langsung besar menghanguskan isi ruangan.
Kepala Polsek Kota Kediri Kompol Sucipto mengemukakan api mulai terlihat membakar ruang lobi dan menjadi besar. Petugas langsung berupaya menghubungi mobil pemadam kebakaran.
"Api terlihat dan bisa dipadamkam satu jam kemudian," ucapnya pada wartawan.
Polisi hingga kini belum mengetahui dengan persis penyebab musibah kebakaran di kantor BPJS Kesehatan Kota Kediri tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara musibah tersebut.
Sementara itu, aktivitas di kantor BPJS Kesehatan Kediri pun terkendala karena gedung yang terbakar. Ruangan yang terbakar berada di lantai atas, yang digunakan untuk menyimpan sejumlah arsip.
Bahkan, karena adanya musibah tersebut, aktivitas sementara dipindah ke lokasi lain yang tidak terbakar. Petugas pun juga berupaya keras mendata berkas yang dimungkinkan ikut terbakar.
"Ada beberapa berkas yang masih dalam pendataan. Berkas dokumentasi pendaftar hari sebelumnya dimungkinkan terbakar, sebab masih di ruang lobi," kata bagian satuan pengamanan kantor BPJS Kesehatan Kota Kediri Cahyo Irwan.
Untuk kerugian pasti, hingga kini kantor BPJS Kesehatan Kota Kediri masih melakukan pendataan. Saat ini, dari BPJS Kesehatan masih fokus membenahi beragam data yang dimungkinkan ikut terbakar akibat musibah tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan